KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, (1)
dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan [kuku kakinya], (2)
dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, (3)
maka ia menerbangkan debu, (4)
dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, (5)
sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (6)
dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan [sendiri] keingkarannya, (7)
dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta [2]. (8 )
Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, (9)
dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada, (10)
sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka. (11)
Permalink
Comments Off
Saat ini banyak kaum wanita yang menggunakan jilbab dan seakan-akan menjadi tren mode. Jilbab yang digunakan pun beraneka ragam. Mulai dari jilbab gaul sampai jilbab syar’i. Lalu bagaimanakah sebenarnya jilbab dalam pandangan Islam?
Ketika masyarakat kita mengenal kata ‘jilbab’ (dalam bahasa Indonesia) maka yang dimaksud adalah penutup kepala dan leher bagi wanita muslimah yang dipakai secara khusus dan dalam bentuk yang khusus pula. Lalu bagaimanakah kata ‘jilbab’ muncul dan digunakan dalam masyarakat arab khususnya pada masa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW dalam surat Al-Ahzaab ayat 56(?). Apa yang dimaksudkan Al-Qur’an dengan kata ‘jalabiib’ bentuk jamak (plural) dari kata jilbab pada saat ayat kata itu digunakan dalam Al Quran pertama kali(?) Sudah samakah arti dan hukum memakai jilbab dalam Al-Quran dan jilbab yang dikenal masyarakat Indonesia sekarang(?).
Read the rest of this entry »
Permalink
No Comments
Permalink
Enter your password to view comments