<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Unek Unek</title>
	<atom:link href="http://dbunshin.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://dbunshin.wordpress.com</link>
	<description>jejak rekam jiwa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 23 Jan 2012 01:57:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='dbunshin.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Unek Unek</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://dbunshin.wordpress.com/osd.xml" title="Unek Unek" />
	<atom:link rel='hub' href='http://dbunshin.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Catatan Perjalanan Imajinasi</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2011/12/08/catatan-perjalanan-imajinasi/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2011/12/08/catatan-perjalanan-imajinasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Dec 2011 09:57:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Terserah]]></category>
		<category><![CDATA[Catatan Perjalanan Imajinasi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra gado-gado]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/?p=448</guid>
		<description><![CDATA[Hari mulai malam aku masih menapaki jalan bersama Fingolfin dari Noldor menuju Yggdrasil yang tertinggi. Perjalanan ini sangatlah panjang, ibarat sepanjang sungai Anduin yang membentang dari utara hingga selatan benua dunia tengah. Di tengah perjalanan kami berhenti di kedai makan di wilayah Valinor, uniknya kedai ini menyajikan tongseng tupai dan wedang alang-alang ramuan ala mbah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=448&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari mulai malam aku masih menapaki jalan bersama Fingolfin dari Noldor menuju Yggdrasil yang tertinggi. Perjalanan ini sangatlah panjang, ibarat sepanjang sungai Anduin yang membentang dari utara hingga selatan benua dunia tengah. <span id="more-448"></span>Di tengah perjalanan kami berhenti di kedai makan di wilayah Valinor, uniknya kedai ini menyajikan tongseng tupai dan wedang alang-alang ramuan ala mbah Kohir. Di kedai tersebut kami duduk di beranda, di meja besar selasar tengah terlihat duduk sekitar 20 orang dengan pakaian yang unik, sepertinya mereka adalah rombongan para penghibur keliling yang mengembara ke seluruh penjuru dunia.</p>
<p>Fingolfin tertarik dengan rombongan tersebut dan mendekat untuk sekedar tegur sapa, tak lama kemudian Fingolfin memanggilku untuk bergabung, di perbincangan itulah aku mengetahui bahwa pimpinan rombongan tersebut bernama Cebolang, Ia bercerita banyak akan pengembaraan mereka ketika menghibur di berbagai negeri lintas benua. Yang membuatku tertarik adalah ketika mereka dipanggil untuk menghibur Raja Naga Glaurung, mereka menghibur dengan bayaran kebebasan mereka sendiri. Dikisahkan saat itu mereka melintas di celah pegunungan kabut, namun karena ketidaktahuan mereka akan siapa yang menguasai daerah tersebut, akhirnya mereka ditangkap oleh para naga dari kerajaan naga pegunungan kabut.</p>
<p>Rombongan Cebolang ditangkap oleh divisi patroli dengan pemimpin Smaug Nafas Es, naga ini mengepalai naga berjenis elemen es. Saat rombongan Cebolang memasuki wilayah kekuasaan Raja Naga Glaurung mereka ditanya apa yang bisa mereka persembahkan untuk sang raja naga, namun mereka tidak bisa mempersembahkan apa-apa karena saat itu rombongan Cebolang sedang menuju ke Dol Gudur untuk menghibur Tuan Sauron Artano dan belum mendapatkan bayaran. Karena diwajibkan untuk semua yang melintasi wilayah raja naga harus memberikan persembahan sekantung kepingan emas murni. Raja Naga Glaurung sangat suka emas, emas-emas ini dijadikan sebagai alas tidur dan singgasananya yang megah.</p>
<p>Karena rombongan Cebolang tidak bisa mempersembahkan sekantung kepingan emas, maka Smaug Nafas Es langsung menyemburkan nafas esnya, dan yang terjadi tiba-tiba semua anggota rombongan tangannya terikat oleh es misterius. Mereka digiring untuk menghadap sang raja naga yang telah mengetahui kedatangan mereka hanya dengan sekali endus. Dihadapan sang raja naga mereka diperintahkan untuk menghibur sang raja naga, jika sang raja naga puas maka mereka akan diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan tanpa syarat apapun. Pentas hiburan dipersiapkan lalu hiburanpun berlangsung hingga selesai, namun alhasil sang raja naga tidak puas. Karena ketidakpuasaan sang raja naga maka mereka akan disantap.</p>
<p>Akan tetapi hal ini dicegah oleh Ibu Suri, Ibu Suri yang turut serta menonton pagelaran hiburan tersebjut merasa puas dan mereka layak untuk dilepaskan. Namun dengan syarat ketika pulang dari Dol Gudur rombongan Cebolang harus pulang melalui celah pegunungan kabut dengan membawa Ciu Cangkol yang dibuat di desa Bekonang yang terletak dipinggiran Dol Gudur, minuman ini adalah kesukaan Ibu Suri. Sementara di singgasananya sang Raja Naga Glaurung hanya diam dan menahan kesal karena tidak bisa menyantap rombongan Cebolang, bagaimanapun juga sang raja naga adalah anak yang baik dan patuh terhadap orang tua, sebab itu sang raja naga tidak bisa membantah titah Ibu Suri. Dan Cebolang menyanggupinya, Ia lalu kembali melanjutkan perjalanan dengan diantar oleh Smaug Nafas Es hingga gerbang kerajaan.</p>
<p>Cerita Cebolang di pegunungan kabut berakhir, dari dalam sebuah tas besar Ia mengeluarkan 3 buah botol minuman, tidak salah lagi ini adalah Ciu Cangkol alias Arak Bekonang yang terkenal itu. Ini adalah sisa dari yang kami persembahkan ke Ibu Suri 6 bulan yang lalu tukas Cebolang, segera dituangkannya ke gelas-gelas kami, lalu Cebolang mengangkat gelas tinggi-tinggi seraya berteriak dalam bahasa Sindarin <em>&#8220;Ramaloke Wilwarin&#8221;</em> (naga berhati kupu-kupu) dan Fingolfin pun membalas dengan <em>&#8220;Elen sila lumenn omentilmo&#8221;</em> (Bintang akan selalu bersinar disetiap pertemuan kita), akupun menyahutinya dengan <em>&#8220;Tenna ento lye omenta&#8221;</em> (Hingga pertemuan kita selanjutnya). Teriakan Cebolang kupahami sebagai rasa terima kasihnya yang mendalam terhadap sang Ibu Suri naga yang telah bermurah hati terhadap mereka.</p>
<p>Dari meja dekat jendela duduk dua orang yang memperhatikan kami dan nampaknya mereka tertarik kepada Ciu Cangkol milik Cebolang, sosok itu satu lelaki dan satu perempuan. Cebolang mengundang mereka untuk bergabung sambil mengeluarkan 2 buah botol lagi dan mereka bergabung bersama kami, lalu mereka memperkenalkan diri; Malika Hamoudi sang wanita dan Marmoyo sang lelaki. Dan kami larut dalam pembicaraan ringan hingga satu persatu pamit meninggalkan kedai itu menuju penginapan Kuda Menari di seberang jalan untuk beristirahat. Kini semua telah meninggalkan kedai itu menuju penginapan termasuk kami.</p>
<p>-bersambung jika saya mood menulis-</p>
<p>Referensi Tokoh :<br />
Serat Centhini<br />
Trilogy The Lord of The Rings<br />
<a href="http://dbunshin.wordpress.com/2006/12/19/the-silmarillion-stuff/">The Silmarillion</a><br />
The Hobbit<br />
Puisi Acep Zamzam Noor<br />
Norse Legend</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/448/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/448/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/448/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=448&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2011/12/08/catatan-perjalanan-imajinasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sinom 231 &#8211; Serat Centhini Chord</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2011/11/28/sinom-231-serat-centhini-chord/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2011/11/28/sinom-231-serat-centhini-chord/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Nov 2011 01:51:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gitaran]]></category>
		<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Lirik]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Lingsir Wengi Chord]]></category>
		<category><![CDATA[Serat Centhini Chord]]></category>
		<category><![CDATA[Sinom 231]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/?p=399</guid>
		<description><![CDATA[Tembang ini cukup populer di kalangan masyarakat Jawa, dipopulerkan oleh Grup Campur Sari dengan judul Lingsir Wengi. Namun versi dari tembang yang terdapat pada bagian Sinom 231 &#8211; Serat Centhini ini sejatinya bernada syahdu dengan tempo lambat, saya tertarik untuk mencari chord tembang ini agar bisa dimainkan dengan guitar, dan terbukti tembang ini memang dimulai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=399&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tembang ini cukup populer di kalangan masyarakat Jawa, dipopulerkan oleh Grup Campur Sari dengan judul <strong>Lingsir Wengi</strong>. Namun versi dari tembang yang terdapat pada bagian <strong>Sinom 231 &#8211; Serat Centhini</strong> ini sejatinya bernada syahdu dengan tempo lambat<span id="more-399"></span>, saya tertarik untuk mencari chord tembang ini agar bisa dimainkan dengan guitar, dan terbukti tembang ini memang dimulai dari nada rendah dan naiknya nada pun tidak begitu tinggi lalu kemudian turun lagi ke nada rendah, berikut chord versi saya:</p>
<p>Verse 1:<br />
<strong>Em</strong><br />
Lingsir wengi<br />
		<strong>B</strong><br />
Sepi durung biso nendro<br />
<strong>B	       C	B	Em</strong><br />
Kagoda mring wewayang kan ngreridu ati</p>
<p>Verse 1:<br />
Kawitane mung sembrono njur kulina<br />
Ra ngira yen bakal nuwuhke tresno</p>
<p>Verse 2:<br />
<strong>Em	     Am</strong><br />
Nanging duh tibane<br />
      <strong>B   Em</strong><br />
Aku dhewe kang newahi<br />
<strong>Em	B</strong><br />
Nandang bronto kadung lara<br />
<strong>C		B</strong><br />
Sambat sambat sapa</p>
<p>Verse 1:<br />
Rina wengi sing tak puji aja lali<br />
Janjine muga bisa tak ugemi</p>
<p><strong>Artinya:</strong><em></p>
<blockquote><p>Menjelang Malam<br />
Sepi belum bisa tidur<br />
Tergoda pada bayangan yang menggoda hati</p>
<p>Awalnya hanya bercanda lalu terbiasa<br />
Tak mengira kalau akan melahirkan cinta</p>
<p>Tapi ternyata<br />
Aku sendiri yang mengalami<br />
Terjangkit sakit cinta terlanjur sakit<br />
Mau mengeluh sama siapa</p>
<p>Siang malam yang kuharap jangan lupa<br />
Janjinya semoga bisa ditepati</p></blockquote>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/399/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/399/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/399/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=399&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2011/11/28/sinom-231-serat-centhini-chord/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Empat Puluh Malam dan Satunya Hujan; Kisah Syekh Amongrogo dan Istrinya Tembangraras</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2011/11/27/empat-puluh-malam-dan-satunya-hujan/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2011/11/27/empat-puluh-malam-dan-satunya-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Nov 2011 10:27:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Amongrogo]]></category>
		<category><![CDATA[Serat Centhini]]></category>
		<category><![CDATA[Suluk Tembangraras]]></category>
		<category><![CDATA[Tembangraras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/?p=392</guid>
		<description><![CDATA[Serat Centhini merupakan sebuah karya penting dalam sastra Jawa yang ditulis pada abad ke-19 yang menggambarkan bagaimana agama Islam berkembang di jawa, terutama oleh lapisan elit dalam masyarakat Jawa. Suatu kisah yang menceritakan mengenai percampuran antara Islam dengan budaya lokal Jawa. Dan Serat Centhini ini di tulis untuk di tembangkan, dalam sastra Jawa kuno, suara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=392&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://dbunshin.files.wordpress.com/2011/11/love.png?w=133&#038;h=160" alt="" title="Pelajaran Cinta" width="133" height="160" class="aligncenter size-thumbnail wp-image-370" /><br />
<strong>Serat Centhini</strong> merupakan sebuah karya penting dalam sastra Jawa yang ditulis pada abad ke-19 yang menggambarkan bagaimana agama Islam berkembang di jawa, terutama oleh lapisan elit dalam masyarakat Jawa. Suatu kisah yang menceritakan mengenai percampuran antara Islam dengan budaya lokal Jawa. Dan Serat Centhini ini di tulis untuk di tembangkan, dalam sastra Jawa kuno, suara dianggap wahyu yang merasuki penyair untuk melahirkan irama mengiringi pujangga memasuki kata-kata dalam serat Centhini, sudah dapat di bayangkan betapa indahnya tembang ini.<span id="more-392"></span></p>
<p>Meski demikian, satu hal yang menonjol meski masih tersamar, yakni betapa orang Jawa yang sudah mengenal Budha dan Hindu bisa menerima agama Islam dengan damai. Ini terbukti ketika dalam salah satu tembang dalam buku ini dikisahkan bagaimana Amongraga yang sudah menjadi Da&#8217;i (dia belajar Islam di Mekkah) itu menyingkirkan patung dewi Sri dan Sadono dari kamar pengantinnya karena itu dikatakan sirik. Dan orang-orang Jawa yang lainnya tidak bereaksi sama sekali.</p>
<p>Tembang yang terdiri dari ribuan syair itu pada awalnya berjudul &#8220;Suluk Tembangraras&#8221;. Namun kemudian lebih populer dengan nama &#8220;Serat Centhini&#8221;. Centhini adalah nama seorang abdi dalem yang setia pada majikan dan tidak lelah mengabdi menjaga tuannya.</p>
<p>Ia seolah melupakan dirinya sendiri dan begitu mengabdi pada para junjungannya, sehingga dia melebur menjadi suluk itu sendiri. Penulisannya dimulai pada tahun 1809 Masehi. Serat Centhini ditulis untuk ditembangkan atau dinyanyikan. Penyair sastra Jawa Kuno ini dengan gemilang berhasil menyesuaikan macapat, irama dan nada kata menjadi terdengar indah dan merdu.</p>
<p>Buku Centhini – Empat Puluh Malam dan Satunya Hujan, karya Elizabeth D. Inandiak ini tercipta atas prakarsa Mantan Dubes Perancis untuk Indonesia Thierry de Beauce, yang terpesona oleh kisah Centhini dan Empat Puluh Malam dan Satunya Hujan, sebuah buku saduran yang mengisahkan salah satu kisah didalam Serat Centhini pun tercipta.</p>
<p>Salah satu bagian yang istimewa dan mengandung ajaran sufisme adalah pupuh yang mengisahkan pengantin baru yang bernama Putra Mahkota Sultan Giri yang bernama Syekh Amongraga dan istrinya Tambangraras. Mereka berdua melewatkan 40 malam dalam kamar pengantin tanpa bersetubuh. Dikisahkan bahwa selama 40 malam Tambangraras berzikir dan diam. Selama 40 malam Amongraga memberi pelajaran kepada istrinya, terucap dalam syair-syair yang sangat indah.</p>
<blockquote><p>&#8220;Oh, Wangiku! seandainya kau berusahan mencari rasa di cakrawala, kau tidak akan menemukannya. Di atas bumi dan di bawah bentangan langit, tidak ada yang menyamainya. Rasa adalah manis di lidah, rabaan di kulit, bunyi di telinga, sari di sungsum, bau-bauan di hidung, makna di kepala, gerak di hati, penglihatan di mata. Rasa itulah rahasia yang di capkan Allah di kalbu. Karena rasa mengenali.&#8221;</p>
<p><em>Amongrogo kepada Tembangraras</em>
</p></blockquote>
<p>Terdapat pula syair-syair yang bersifat cabul, yang terangkai indah oleh keanggunan tembangnya. Di akhir tembang, di kisahkan kesedihan Amongraga yang harus meninggalkan istri tercinta untuk mencari saudara perempuannya, di lukiskan dalam syair.</p>
<blockquote><p>&#8220;Kekasihku, di jalan ada perjumpaan dan sua kembali. Tetapi kita berjalan sendiri-sendiri. Kubawa ragaku menempuh kemegahan Suluk, dan kamulah tembang laras suluk itu. Kau mengira aku pergi, padahal aku mengembara di dalam dirimu.&#8221;</p></blockquote>
<p><strong>Berikut dari Tembang 90 Selengkapnya :</strong></p>
<blockquote><p>
&#8220;Ketika malam ke-19 tiba, Amongranga telanjang dan duduk bersila di buritan ranjang: &#8220;Ketahuilah Dinda, setan berada di dua kediaman, pertama di dalam kenikmatan raga, kedua di dalam sekarat. Sebenarnya keduanya satu neraka tunggal dan sama. Saat tubuh kekasih bersanggama dengan tubuh terkasih, dalam kilat kenikmatan, roh ditelan raga dan padam. Kenikmatan itu disebut kematian kecil.</p>
<p>Juga saat sekarat, bila pikiran penuh amarah dan kangen pada tubuh sekarat, roh ditelan raga dan didekap dalam maut. Neraka adalah roh yang tersekap dalam raga yang membusuk.</p>
<p>Dinda, dalam bercinta, tubuh haruslah kita jadikan bait untuk berbicara pada roh. Cinta adalah karya agung yang mengubah raga menjadi nafas. Itulah jalan kematian besar, kenikmatan di luar kenikmatan tubuh.</p>
<p>Di haluan ranjang, Tembangraras gemetar dan berkata, &#8220;Oh, Apiku, aku mendengar dan berkenan. Semoga roh kita segera memadu cinta dengan tubuh kita! Lihatlah, kata-katamu telah tersemai di ragaku dan perhatianku menyuburkan wacanamu!&#8221;</p>
<p>di balik sekat berkerawang, Centhini merasakan malam di atas ranjang bidadari undur diri sebelum pudar.&#8221;</p></blockquote>
<p><em>Lihatlah, betapa indahnya sang pengarang menyampaikan pikirannya. Bahasanya penuh metafora.</em></p>
<p><strong>Berikut dari Tembang 112 Selengkapnya :</strong></p>
<blockquote><p>&#8220;Di ranjang bidadari, Amongraga telan**ng dan duduk bijaksana dalam padma merah istrinya. Demikian mereka diam berpelukan sepanjang malam, waspada dan pasrah, satu dalam lainnya.</p>
<p>Centhini keluar di pagi buta mengabarkan kepada Ki Panurta dan isterinya bahwa selaput dara tuan putri Tembangraras telah koyak.&#8221;
</p></blockquote>
<p>Mungkin agak membingungkan. Supaya jelas, saya kisahkan lagi secara ringkas. Setelah menikah, sampai malam ke-40 Amongraga dan Tembangraras tidak melakukan hubungan suami-istri (ratum et consumatum). Malam-malam itu dilalui dengan belajar berbagai macam hal, dan Amongraga adalah gurunya, sementara si Tembangraras menjadi pendengar yang baik. Tembang 90 yang saya kutip utuh di atas merupakan bagian dari pelajaran itu. Mereka bisa menahan diri, meski pada malam-maam itu mereka sudah saling melihat tubuh masing-masing karena memang dibiarkan terbuka dan polos.</p>
<p>Centhini adalah sang abdi yang sungguh mengabdi kepada junjungannya. Satu hal yang lucu dari Centhini, sekaligus menunjukkan pengabdiannya, dia setia menguping tiap malam suara apa yang keluar dari kamar junjungannya si Tembangraras dan Amongraga. Kalau pengantin jaman sekarang, mungkin si Centhini sudah di gampar.</p>
<p>Bangga rasanya mengetahui Serat Centhini dapat di sejajarkan dengan karya sastra dunia lain nya, tapi sangat ironis kenapa malah pemerintah Perancis yang bersedia menduniakan karya sastra ini, bukan kita ?</p>
<p><em>dari berbagai sumber</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/392/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/392/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/392/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=392&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2011/11/27/empat-puluh-malam-dan-satunya-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbunshin.files.wordpress.com/2011/11/love.png?w=123" medium="image">
			<media:title type="html">Pelajaran Cinta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Canon In D Major &#8211; Two Canon Guitar (Personal Rearrangement)</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/30/canon-in-d-major-canon-guitar-personal-rearrangement/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/30/canon-in-d-major-canon-guitar-personal-rearrangement/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Jun 2011 02:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gitaran]]></category>
		<category><![CDATA[Guitar Pro]]></category>
		<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Canon In D Major]]></category>
		<category><![CDATA[Canon In D Major Guitar Pro]]></category>
		<category><![CDATA[Canon In D Major Real Canon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin sudah banyak versi dari lagu Canon In D Major karya Johann Pachelbel ini, apalagi yang dimainkan dengan dua gitar, ada versi Depa Pepe, Jubing dan masih banyak lainnya lagi, tapi kali ini saya ingin berbagi Tablature Guitar Pro Canon In D Major yang di arransemen ulang oleh adik laki-laki saya, kadang lagu ini kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=347&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin sudah banyak versi dari lagu <strong>Canon In D Major</strong> karya <strong>Johann Pachelbel</strong> ini, apalagi yang dimainkan dengan dua gitar, ada versi Depa Pepe, Jubing dan masih banyak lainnya lagi, tapi kali ini saya ingin berbagi <strong>Tablature Guitar Pro Canon In D Major</strong> yang di arransemen ulang oleh adik laki-laki saya, kadang lagu ini kami mainkan dikala senggang, <span id="more-347"></span> cukup menyejukan didengarnya apalagi dibawakan secara canon (instrumen musik yang bersahutan), sangat melankolis dan cocok untuk yang sedang jatuh cinta :p</p>
<p><strong>Mari Disedot :</strong><br />
<a href="http://db.tt/8nsZVQs">Tablature versi GuitarPro</a><br />
<a href="http://db.tt/C0m4dQL">Direct Link MP3, hasil tablature ketika dimainkan</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=347&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/30/canon-in-d-major-canon-guitar-personal-rearrangement/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://db.tt/C0m4dQL" length="2370828" type="audio/mpeg" />
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Take Me Home Country Roads In Fingerstyle Guitar</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/16/take-me-home-country-roads-in-fingerstyle/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/16/take-me-home-country-roads-in-fingerstyle/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jun 2011 03:10:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gitaran]]></category>
		<category><![CDATA[Guitar Pro]]></category>
		<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Fingerstyle]]></category>
		<category><![CDATA[Take Me Home Country Roads]]></category>
		<category><![CDATA[Take Me Home Country Roads GuitarPro]]></category>
		<category><![CDATA[Take Me Home Country Roads In Fingerstyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[Take Me Home Country Roads karya John Denver, (1943 – 1997) sudah seperti lagu kebangsaan bagi aliran yang bergenre Country, lagu ini pertama kali saia dengar di bawakan oleh Tantowi Yahya di acara musik Country di TVRI. Karena enak didengar lalu saia cari di internet dan akhirnya dapat judulnya, tapi rasanya agak kurang puas jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=337&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Take Me Home Country Roads</strong> karya <strong><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/John_Denver">John Denver</a>, (1943 – 1997)</strong> sudah seperti lagu kebangsaan bagi aliran yang bergenre Country, lagu ini pertama kali saia dengar di bawakan oleh Tantowi Yahya di acara musik Country di TVRI.<br />
<span id="more-337"></span><br />
Karena enak didengar lalu saia cari di internet dan akhirnya dapat judulnya, tapi rasanya agak kurang puas jika dimainkan hanya dengan chord guitar saja, tentu akan lebih asik dimainkan dalam fingerstyle.<br />
Oleh karena itu saia berbagi <strong>Tablature GuitarPro</strong> dan PDF nya.</p>
<p>Mari Disedot :<br />
<a href="http://db.tt/OF9Plga"><strong>Tablature GuitarPro &amp; PDF</strong></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/337/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/337/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/337/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=337&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/16/take-me-home-country-roads-in-fingerstyle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>L&#8217;Amour Est Bleu (Love Is Blue) In Fingerstyle Guitar</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/15/lamour-est-bleu-love-is-blue-in-fingerstyle-guitar/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/15/lamour-est-bleu-love-is-blue-in-fingerstyle-guitar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 14:41:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gitaran]]></category>
		<category><![CDATA[Guitar Pro]]></category>
		<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[Fingerstyle Guitar]]></category>
		<category><![CDATA[L'Amour Est Bleu]]></category>
		<category><![CDATA[L'Amour Est Bleu (Love Is Blue) In Fingerstyle Guitar]]></category>
		<category><![CDATA[Love Is Blue]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/?p=329</guid>
		<description><![CDATA[L&#8217;amour Est Bleu (English title: &#8220;Love Is Blue&#8220;) is a song whose music was composed by André Popp, and whose lyrics were written by Pierre Cour, in 1967. source Lagu ini pertama kali saia kenal sekitar tahun 2006 dalam versi yang ada nyanyiannya (liriknya yang versi inggris), lagunya easy listening, mantab kalo buat menjelang tidur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=329&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>L&#8217;amour Est Bleu</strong> (English title: &#8220;<strong>Love Is Blue</strong>&#8220;) is a song whose music was composed by André Popp, and whose lyrics were written by Pierre Cour, in 1967.<br />
<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/L%27amour_est_bleu">source</a><br />
<span id="more-329"></span><br />
Lagu ini pertama kali saia kenal sekitar tahun 2006 dalam versi yang ada nyanyiannya (liriknya yang versi inggris), lagunya easy listening, mantab kalo buat menjelang tidur <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Sejak dulu pengen banget mainin lagu ini dengan gaya lain, gaya lain maksudnya bukan genjrang genjreng terus nyanyi, tapi mainin pake gitar dengan gaya fingerstyle.</p>
<p>Dan kini saia berbagi <strong>tablature L&#8217;Amour Est Bleu</strong> dalam versi <strong>GuitarPro</strong> dan versi PDF (versi PDF untuk yang tidak punya <strong>GuitarPro</strong>), semua dalam 1 paket.<br />
Agar para pecinta musik jadul khususnya <strong>L&#8217;Amour Est Bleu</strong> bisa memainkannya menggunakan guitar.</p>
<p>Mari Disedot :<br />
<a href="http://db.tt/Nw14qUN">Tablature versi GuitarPro &amp; versi PDF</a><br />
<a href="http://db.tt/RSZi6o5">Sample Midi</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/329/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/329/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/329/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=329&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/15/lamour-est-bleu-love-is-blue-in-fingerstyle-guitar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="http://db.tt/RSZi6o5" length="4433" type="audio/midi" />
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Chord Gitar Remember My Sweet Moments &#8211; OST Iklan Tropicana Slim</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/13/chord-gitar-remember-my-sweet-moments-ost-iklan-tropicana-slim/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/13/chord-gitar-remember-my-sweet-moments-ost-iklan-tropicana-slim/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jun 2011 05:14:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gitaran]]></category>
		<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Terserah]]></category>
		<category><![CDATA[Kunci Gitar Iklan Tropicana Slim]]></category>
		<category><![CDATA[Kunci Gitar Remember My Sweet Moments]]></category>
		<category><![CDATA[Remember My Sweet Moments]]></category>
		<category><![CDATA[Remember My Sweet Moments Chord]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA[Iseng-iseng nyari kunci gitar Remember My Sweet Moments &#8211; OST Iklan Tropicana Slim. Tapi intro awal dan intro tengah, males nyarinya, karena lebih enak ditulis secara lengkap ke guitar pro, namanya juga iseng, ya jadinya seadanya. Berikut Kunci / Chord Gitarnya : Remember My Sweet Moments &#8211; OST Iklan Tropicana Slim Intro awal D F#m [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=319&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Iseng-iseng nyari <strong>kunci gitar Remember My Sweet Moments &#8211; OST Iklan Tropicana Slim</strong>.<br />
Tapi intro awal dan intro tengah, males nyarinya, karena lebih enak ditulis secara lengkap ke <a href="http://www.guitar-pro.com/">guitar pro</a>,<br />
namanya juga iseng, ya jadinya seadanya.<br />
Berikut <strong>Kunci / Chord</strong> Gitarnya :<br />
<span id="more-319"></span><br />
<strong>Remember My Sweet Moments &#8211; OST Iklan Tropicana Slim</strong></p>
<p><del datetime="2011-06-13T05:00:28+00:00">Intro awal</del></p>
<p><strong>D F#m G A</strong><br />
Will you remember our sweet moments..</p>
<p><strong>Bm F#m G A</strong><br />
And cherished them the way i do..</p>
<p><strong>Am G Gm</strong><br />
How we spent our special moment together..</p>
<p><strong>Bm E A</strong><br />
How we used to share it all..</p>
<p><del datetime="2011-06-13T05:00:28+00:00">intro  tengah</del></p>
<p><strong>D F#m G A</strong><br />
Will you remember me the way ..</p>
<p><strong>Bm F#m G A</strong><br />
I remember you, will you be the same ..</p>
<p><strong>Am G Gm</strong><br />
The last time i saw you, you are the sweetest..</p>
<p><strong>Bm E A D</strong><br />
Every moment with you is the sweetest one..</p>
<p><em>Jika ada yang mau nambahin intro awal dan tengah atau koreksi, silahkan post di comment <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></p>
<p><strong>MP3</strong> <a href="http://goo.gl/JC52V">download</a><br />
<strong>YOUTUBE :</strong><br />
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/13/chord-gitar-remember-my-sweet-moments-ost-iklan-tropicana-slim/"><img src="http://img.youtube.com/vi/MhuJQrzJKj0/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/319/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/319/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/319/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=319&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/13/chord-gitar-remember-my-sweet-moments-ost-iklan-tropicana-slim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>EBook Belajar Teknik Gitar Klasik dan Fingerstyle</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/10/ebook-belajar-teknik-gitar-klasik-dan-fingerstyle/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/10/ebook-belajar-teknik-gitar-klasik-dan-fingerstyle/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 15:41:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gitaran]]></category>
		<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Stuff]]></category>
		<category><![CDATA[EBook Belajar Teknik Gitar Klasik]]></category>
		<category><![CDATA[EBook Belajar Teknik Gitar Klasik dan Fingerstyle]]></category>
		<category><![CDATA[Fingerstyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[EBook Belajar Teknik Gitar Klasik dan Fingerstyle David Oakes &#8211; Classical and Fingerstyle Guitar Techniques Musicians Institute Press &#124; English &#124; 2000 &#124; ISBN-10: 0793580455 &#124; 64 pages &#124; PDF &#124; 24 MB DOWNLOAD This Master Class with MI instructor David Oakes is aimed at any electric or acoustic guitarist who wants a quick, thorough [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=305&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>EBook Belajar Teknik Gitar Klasik dan Fingerstyle</strong></p>
<p><img src="http://img19.imageshack.us/img19/3038/th439280.jpg" alt="buku cover" /><br />
<em>David Oakes &#8211; Classical and Fingerstyle Guitar Techniques<br />
Musicians Institute Press | English | 2000 | ISBN-10: 0793580455 | 64 pages | PDF | 24 MB<br />
</em><br />
<span id="more-305"></span><br />
<a href="http://goo.gl/EOdKs" title="Download" target="_blank">DOWNLOAD</a></p>
<p><strong>This Master Class with MI instructor David Oakes is aimed at any electric or acoustic guitarist who wants a quick, thorough grounding in the essentials of classical and fingerstyle technique. Topics covered include: arpeggios and scales, free stroke and rest stroke, P-i scale technique, three-to-a-string patterns, natural and artificial harmonics, tremolo and rasgueado, and more. The book includes 12 intensive lessons for right and left hand in standard notation and tab.</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/305/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/305/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/305/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=305&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/10/ebook-belajar-teknik-gitar-klasik-dan-fingerstyle/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img19.imageshack.us/img19/3038/th439280.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">buku cover</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bourrée in E minor</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/10/slugs/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/10/slugs/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 17:39:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gitaran]]></category>
		<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Bourrée in E minor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/10/slugs/</guid>
		<description><![CDATA[Bourrée in E minor is a popular lute piece, the fifth movement from Suite in E minor for Lute, BWV 996 (BC L166) written by Johann Sebastian Bach. This piece is arguably one of the most famous pieces among guitarists. A bourrée was a type of dance that originated in France with quick duple meter [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=296&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>Bourrée in E minor is a popular lute piece, the fifth movement from Suite in E minor for Lute, BWV 996 (BC L166) written by Johann Sebastian Bach. This piece is arguably one of the most famous pieces among guitarists.</div>
<p><span id="more-296"></span>
<div>A bourrée was a type of dance that originated in France with quick duple meter and an upbeat. Though the bourrée was popular as a social dance and shown in theatricalballets during the reign of Louis XIV of France, the Bourrée in E minor was not intended for dancing. Nonetheless, some of the elements of the dance are incorporated in the piece. Bach wrote his lute pieces in a traditional score rather than in lute tablature, and some believe that Bach played his lute pieces of the keyboard. No original script of the Suite in E minor for Lute by Bach is known to exist. However, in the collection of one of Bach&#8217;s pupils, Johann Ludwig Krebs, there is one piece (&#8220;Praeludio &#8211; con la Suite da Gio: Bast. Bach&#8221;) that has written &#8220;aufs Lauten Werck&#8221; (&#8220;for the lute-harpsichord&#8221;) in unidentified handwriting.&nbsp;</div>
<div>Some argue that despite this reference, the piece was meant to be played on for the lute as demonstrated by the texture. Another argues that since the piece was written in E minor, it would be incompatible with the baroque lute which was tuned to D minor.&nbsp;</div>
<div>Nevertheless, it may be played with other string instruments, such as the guitar, mandola ormandocello, and keyboard instruments, and it is especially well-known among guitarists. The tempo of the piece should be fairly quick and smooth, since it was written to be a dance. It also demonstrates counterpoint, as the two voices move independently of one another.&nbsp;</div>
<div>Furthermore, the Bourrée in E minor demonstrates binary form.</div>
<div></div>
<div>Youtube :</div>
<div><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/10/slugs/"><img src="http://img.youtube.com/vi/jKSg8t4zyLg/2.jpg" alt="" /></a></span></div>
<p><strong>Download Score:</strong><br />
<a href="http://db.tt/Vj4Fc1PW">Bouree In E Minor &#8211; JS Bach</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/296/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/296/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/296/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=296&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2011/06/10/slugs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fransisco Tarrega, Maestro dari Villareal</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2011/03/29/fransisco-tarrega-maestro-dari-villareal/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2011/03/29/fransisco-tarrega-maestro-dari-villareal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 05:16:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gitaran]]></category>
		<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Fransisco Tarrega]]></category>
		<category><![CDATA[Guitar Classic]]></category>
		<category><![CDATA[Maestro dari Villareal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[Bulu kuduk Anda pasti merinding jika mendengar “Romance D’ Amore” ketika John Williams memainkan gitar klasiknya dengan penjiwaan yang begitu dahsyat. Virtuoso gitar klasik, yang adalah didikan Andres Segovia itu, serasa akan membawa Anda ke dunia cinta (Amore) yang belum pernah Anda jelajahi, barangkali. Ya, begitulah gitar klasik. Akan beragam imajinasi yang tercipta tatkala Anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=282&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://i635.photobucket.com/albums/uu73/ekagitar/tarregagambar.jpg" alt="" /><br />
Bulu kuduk Anda pasti merinding jika mendengar “Romance D’ Amore” ketika John Williams memainkan gitar klasiknya dengan penjiwaan yang begitu dahsyat. Virtuoso gitar klasik, yang adalah didikan Andres Segovia itu, serasa akan membawa Anda ke dunia cinta (Amore) yang belum pernah Anda jelajahi, barangkali. Ya, begitulah gitar klasik. Akan beragam imajinasi yang tercipta tatkala Anda mau menyisakan waktu Anda untuk mendengarkannya.<br />
<span id="more-282"></span><br />
Seorang mahasiswa seni musik Universitas HKBP Nommensen yang hingga saat ini masih serius menekuni gitar klasik pernah berkata,” Gitar klasik tak akan pernah mati dimakan usia, sebab ia punya jiwa. Musik-musik klasik yang bisa dibawakan dengan gitar klasik belum bisa dikalahkan oleh musik pop jaman sekarang,” kata Wonter Lesson Purba, lelaki yang mengaku menghabiskan waktunya sedikitnya lima jam lebih untuk berlatih gitar.</p>
<p>Tapi, tahukah Anda, bahwa dalam waktu yang lama gitar dianggap “tak ada apa-apanya”. Sebelum memasuki era abad ke 20, ekslusivitas gitar masih jauh tertinggal bila dibandingkan dengan alat musik klasik sejamannya yang dianggap lebih berhak memiliki tempat untuk sebuah konser klasik. Seperti biola, cello, flute, harva dan piano, misalnya. Posisi gitar dalam kancah konser musik klasik sebenarnya sudah dimulai oleh Fernando Sor.</p>
<p>Fernando Sor (1778-1839) adalah gitaris cum komponis kelahiran Barcelona, yang pertama kali tertarik pada musik setelah ayahnya mengajaknya menonton pertunjukan opera Italia. Sor adalah seorang bekas serdadu, yang dijuluki sebagai “Beethoven of the Guitar”. Salah satu masterpiece -nya adalah “Theme and Variations on Mozart’s the Magic Flute Opus 9″.</p>
<p>Namun, posisi gitar baru menjadi lebih penting ketika Fransisco Tarrega (1852 – 1909) mulai menciptakan gubahan-gubahan untuk gitar solo. Juga, etude-etude, yang ia ajarkan kepada beberapa muridnya, seperti Andres Segovia, Emilio Pujol, Miguel Llobet, yang kelas menjadi pelopor kebesaran gitar klasik di dunia. Dan teknik-teknik gitar klasik yang lebih inovatif. Juga, konser-konser yang fenomenal.</p>
<p>Terrega gitaris kelahiran Villareal, Castellon Spanyol, sebenarnya mengawali karir musiknya sebagai pianis. Guru musik pertamanya adalah Eugeni Ruiz, seorang pemain piano bermata buta. Kemudian ia belajar lagi ke Manuel Gonzalez, yang juga bermata buta. Tarrega sendiri sudah mengalami gangguan penglihatan sejak berusia balita karena kecelakaan. Ia terjatuh ke saluran irigasi di Villareal mengakibatkan gangguan penglihatan sepanjang menjalani karir musiknya.</p>
<p>Pada 1862, seorang komponis dari Castellan, Julian Arcas, terpukau dengan bakat musik Tarrega kecil. Julian kemudian mengajak Tarrega hijrah ke Barcelona untuk menalami pengetahuan musiknya, setelah meminta izin dari ayah Tarrega. Di kota ini, Tarrega bergabung dengan grup musik muda. Selain sekolah musik, ia menyambi bekerja di kafetaria dan restoran, sebagai pianis. Namun, karena kondisi kesehatan ayahnya yang parah saat itu, ia pun kembali Villareal.</p>
<p>Ia kemudian ditawari sebagai pianis di Burriana’s Casino. Namun ia tetap mempelajari gitar. Seorang pengusaha kaya, Antonio Casena, kemudian mengajak Tarrega ke Madrid untuk memperdalam pengetahuan musiknya di sekolah musik Spanish Music Conservatory. Ia membawa gitar pertamanya, buatan tangan Antonio Torres dari Sevilla, yang kemudian menjadi gitar bersejarah sepanjang hidupnya.</p>
<p>Meski pada saat itu, gitar masih menduduki posisi rendah untuk panggung konser bila dibandingkan dengan piano, namun Tarrega menunjukkan bahwa gitar tenyata mampu menjadi alat musik pengiring vokal dalam sebuah konser. Seorang guru musik di Spanish Music Conservatory, Emmilio Arrieta, yang melihat kemampuan gitar Tarrega lalu mengusulkannya untuk beralih dari piano dan mendalami gitar.</p>
<p>“Gitar memanggilmu, dan kamu memang terlahir untuk gitar,” kata Arrieta. Sejak saat itu, Tarrega meninggalkan piano dan mulai mendalami gitar dengan lebih serius. Pada 1880, Tarrega mendapat tugas baru sebagai gitaris, ketika ia menggantikan Luis de Soria di kota Novelda (Alicante).</p>
<p>Karirnya sebagai gitaris semakin naik. Pada 1881, Tarrega hijrah ke Prancis. Setelah penampilannya di Opera Theatre Lyion, Prancis, ia menduduki posisi terhormat sebagai gitaris. Di Paris, Odeon, ia tampil pada peringatan dua tahun kematian Pedro Calderón de la Barca. Selain itu, Tarrega juga pernah diundang untuk bermain untuk Ratu Spanyol, Isabel II. Dari sana, ia hijrah ke London. Di kota ini juga ia menikah dengan Maria Rizo.</p>
<p>Ada cerita kecil di balik konser Tarrega di London, pada 1882. Beberapa temannya sesama musisi melihat ada sesuatu yang kurang selama konser berlangsung. Seusai konser, temannya berujar, “Ada apa maestro? Apakah kamu sedang kehilangan sesuatu, rumahmu atau anggota keluarga mungkin, sehingga permainanmu tadi kurang bersemangat?”</p>
<p>Tarrega bersedih, karena konser itu telah membuat ia dan teman-temannya kecewa. Lucunya, teman-temannya mengusulkan agar Tarrega menggubah sebuah lagu dari peristiwa kecil yang ternyata menyedihkan itu. Hingga terciptalah, repertoir yang sampai saat ini masih “hidup”. Karya itu adalah “Lagrima”.</p>
<p>Sepulang dari London, Tarrega melanjutkan tur pertunjukannya secara rutin. Mulai dari Perpignan (Prancis), Cadiz (Spayol), Nice (Prancis), Mallorca (Spanyol), Paris, dan Valencia. Di Valencia dia bertemu dengan Conxa Martinez, yang memberikannya sebuah rumah di Sant Gervasi Barcelona, yang kelak menjadi tempat di mana ia banyak melahirkan sejumlah karya besar (masterpieces). Di kota ini juga, Tarrega berkenalan dengan beberapa komponis besar Spanyol, seperti Isaac Albéniz, Enrique Granados, Joaquín Turina dan Pablo Casals.</p>
<p>Salah satu karya masterpiece-nya adalah “Recuedos de la Alhamra” (Memori Alhamra) yang mengaplikasikan teknik treemolo. Repertoir ini ia gubah sepulang dari Granada. Selama di Alegria ia lalu terinspirasi untuk menciptakan “Danza Mora”. Di sini pula ia bertemu dengan seorang komposer Saint-Saens. Yang kemudian, di Sevilla, ia menggubah “Estudios”. Dan salah satu masterpiece yang tak boleh dilupakan oleh para gitaris klasik adalah “Capricho Arabe”, yang ia dedikasikan untuk sahabatnya.</p>
<p>Namun, sepanjang Tarrega menjadi gitaris, ia tak pernah puas dengan kualitas suara gitar yang ia mainkan. Dan pada 1902, ia pun mulai memotong pendek satu persatu kukunya, sehingga nyaris tak kelihatan dari balik kulit daging ujung jarinya. Teknik “picking” inilah yang kemudian ia terapkan kepada sejumlah muridnya.</p>
<p>Di usianya yang ke–50 tahun Tarrega masih sering tampil pada beberapa konser akbar, seperti di Bilbao (Spanyol), Jenewa, Milan, Firence, Naples dan Roma (Italy). Ia telah menunjukkan dirinya sebagai gitaris klasik pertama yang tampil dari konser ke konser besar di belahan dunia.</p>
<p>Pada 1908 Oktober, Tarrega kembali ke Castellon mengulangi nostalia musiknya. Ia kemudian konser di Novelda pada 1909, Valencia, Cullera dan Alcoi. Ia menggubah karya terakhirnya, “Oremus”, di Picanya. Ia kembali ke Barcelona ketika kondisi kesehatannya tak memungkinkan lagi untuk konser. Ia pun menetap di rumahnya di Valencia Street hingga pagi hari pada 15 Desember 1909, saat ia menghembuskan nafas terakhirnya.</p>
<p>Ya, gitar klasik memang telah menjadi seakan tak akan pernah mati karena Tarrega. Karya-karyanya masih hidup hingga kini. Ada 78 karya original dan 120 karya transkripsinya, yang hingga kini menjadi acuan pelajaran di sekolah-sekolah musik di seluruh dunia. Sebut saja misalnya, mazurka “Adelita” yang sering menjadi rujukan untuk para gitaris pemula. Hingga, karyanya agungnya lainya, “Grand Vals”.</p>
<p>Selama hidup hingga akhir khayatnya, Tarrega telah menciptkan ratusan aransmen untuk solo gitar. Selain itu, ia juga banyak mentraskipsikan gubahan-gubahan musik komponis besar, seperti Ludwig van Beethoven, Frederic Chopin, dan Felex Mendelssohn.</p>
<p>Salah satu teknik (selain teknik “picking” treemolo), yang diperkenalkan Tarrega ke dalam permainan gitar klasik ialah penggunaan jari manis (m) tangan kanan untuk memetik senar gitar (‘picking”), di mana sebelumnya hanya menggunakan jempol (p), telunjuk (i) dan jari tengah (a).</p>
<p>Tangan dingin Tarrega juga telah banyak melahirkan gitaris-gitaris klasik, yang pada era berikutnya telah mengangkat ekslusivitas gitar ke panggung musik klasik. Selain Emmilio Pujol dan Miquel Llobet, salah satu muridnya – meski pernah mengundang kontroversi – yang dikenal banyak berjasa menaikkan martabat gitar klasik di kancah konser musik klasik dunia, adalah Andres Segovia (1893-1987).</p>
<p>Segovia adalah gitaris Spanyol yang pertama kali mentranskripsikan gubahan musik Johann Sebastian Bach, “Chaconne in D Minor”, ke dalam partitur gitar. Dan memainkannya pada pertunjukkan konser klasik. Segovia dikenal sebagai pelopor gitaris klasik modern, yang hingga akhir hidupnya mendedikasikan dirinya untuk alat musik “sederhana” namun bersahaja, bernama gitar.</p>
<p>Beberapa Karya F. Tarrega :<br />
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://dbunshin.wordpress.com/2011/03/29/fransisco-tarrega-maestro-dari-villareal/"><img src="http://img.youtube.com/vi/kd9oN__io9o/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://dbunshin.wordpress.com/2011/03/29/fransisco-tarrega-maestro-dari-villareal/"><img src="http://img.youtube.com/vi/Jot7Q9n7L9U/2.jpg" alt="" /></a></span><br />
<em>sumber : berbagai sumber</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/282/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/282/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/282/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=282&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2011/03/29/fransisco-tarrega-maestro-dari-villareal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i635.photobucket.com/albums/uu73/ekagitar/tarregagambar.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Dunia Gitar Klasik</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2011/03/29/mengenal-dunia-gitar-klasik/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2011/03/29/mengenal-dunia-gitar-klasik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Mar 2011 05:04:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gitaran]]></category>
		<category><![CDATA[Hobby]]></category>
		<category><![CDATA[Gitar Klasik]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenal Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Pengantar Gitar adalah alat musik yang paling terkenal di seluruh dunia. Alat musik ini dimainkan dengan cara yang berbeda-beda menurut tipe atau jenisnya. Di antara sekian banyak tipe gitar, jenis gitar klasik adalah salah satu alat musik yang digunakan terutama untuk membawakan karya-karya solo musik klasik. Untuk memperoleh deskripsi umum tentang gitar klasik marilah kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=275&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengantar</strong><br />
<img src="http://gitaris.com/images/guitarists/AndreIndrawan.jpg" alt="" /><br />
Gitar adalah alat musik yang paling terkenal di seluruh dunia. Alat musik ini dimainkan dengan cara yang berbeda-beda menurut tipe atau jenisnya. Di antara sekian banyak tipe gitar, jenis gitar klasik adalah salah satu alat musik yang digunakan terutama untuk membawakan karya-karya solo musik klasik. Untuk memperoleh deskripsi umum tentang gitar klasik marilah kita simak sejarah, konstruksi, teknik permainan, sistem pendidikan, dan pemain-pemainnya.<br />
<span id="more-275"></span><br />
<strong>Sejarah singkat</strong><br />
Kata ‘gitar’ atau guitar dalam bahasa Inggris, pada mulanya diambil dari nama alat musik petik kuno di wilayah Persia pada kira-kira tahun 1500 SM yang dikenal sebagai citar atau sehtar. Alat musik ini kemudian berkembang menjadi berbagai macam model gitar kuno yang dikenal dengan istilah umum tanbur. Pada tahun 300 SM Tanbur Persia dikembangkan oleh bangsa Yunani dan enam abad kemudian oleh bangsa Romawi (Bellow, 1970:54-55). Pada tahun 476M alat musik ini dibawa oleh bangsa Romawi ke Spanyol dan bertransformasi menjadi: (1) guitarra Morisca yang berfungsi sebagai pembawa melodi, dan (2) Guitarra Latina untuk memainkan akor. Tiga abad kemudian bangsa Arab membawa semacam gitar gambus dengan sebutan al ud ke Spanyol (Summerfield, 1982:12). Berdasarkan konstruksi al ud Arab dan kedua model gitar dari Romawi tersebut, bangsa Spanyol kemudian membuat alat musiknya sendiri yang disebut vihuela. Sebagai hasilnya, vihuela menjadi populer di Spanyol sementara alat-alat musik pendahulunya sedikit demi sedikit ditinggalkan. Walaupun demikian al ud dibawa orang ke negara-negara Eropa Barat dan menyaingi popularitas vihuela di Spanyol. Di Eropa al ud disambut dengan baik dan berkembang menjadi berbagai model lute Eropa hingga kira-kira akhir abad ke-17. Sementara itu vihuela berkembang terus menjadi berbagai macam gitar selama berabad-abad hingga akhirnya menjadi gitar klasik yang digunakan pada saat ini.</p>
<p><strong>Konstruksi Gitar Klasik</strong><br />
<img src="http://da2kaq8p0guq8.cloudfront.net/wp-content/uploads/2011/03/guitar-anatomy.jpg" alt="" /></p>
<p>Bagian-bagian gitar Tubuh gitar klasik terdiri dari tiga bagian utama yaitu kepala, leher dan badan. Pada bagian kepala terdapat mesin penala dawai. Dawai gitar yang berjumlah enam utas masing-masing diikatkan pada enam buah pasak yang merupakan bagian dari mesin penala. Bagian leher terdapat di antara kepala dan badan. Bagian muka leher yang masuk hingga kira-kira seperempat papan muka dari badan gitar, merupakan papan jari yang memiliki 19 pembatas dari logam yang dikenal dengan sebutan fret. Fungsinya adalah untuk memproduksi tingkat ketinggian nada yang berbeda dengan jalan menempatkan jari-jari pada ruang-ruang di antara logam-logam fret. Bagian badan gitar berfungsi sebagai tabung resonator untuk memperbesar bunyi yang dihasilkan oleh getaran dawai. Papan muka pada badan gitar yang bahan kayunya lebih tipis dibanding papan belakang dan samping, disebut juga sebagai papan suara. Pada papan suara terdapat lobang suara untuk mengeluarkan hasil produksi bunyi. Pada dasarnya bunyi gitar dihasilkan oleh getaran dawai-dawai yang terentang di antara batang penyanggah dawai yang merupakan pembatas antara kepala dan leher (disebut nut) dengan gading pembatas (disebut bridge) pada pangkal pengikat dawai di atas papan suara (disebut base).</p>
<p><strong>Teknik Umum Permainan Gitar</strong><br />
Teknik umum yang digunakan dalam membawakan gitar klasik meliputi cara memegang dan cara memainkan. Gitar dipegang dengan pertolongan footstool, yaitu alat penyanggah kaki yang dapat diatur tingkat ketinggiannya. Dalam keadaan duduk di atas kursi tanpa lengan, kaki kiri menginjak footstool sementara gitar diletakkan di atas paha kiri. Dalam posisi ini, di samping bagian atas paha kiri, ada tiga tempat lain pada tubuh pemain yang menahan kemantapan posisi gitar:<br />
(1) bagian dada,<br />
(2) titik tumpuan lengan kanan di antara pergelangan dan sikut, dan<br />
(3) bagian dalam paha kanan.</p>
<p><img src="http://gitaris.com/images/artikel/apoyando.jpg" alt="" /></p>
<p>Dalam kurun waktu sekitar lima tahun terakhir telah diproduksi berbagai alat lain sebagai alternatif dari footstool seperti misalnya guitar rest oleh Wolf Orchestral Accessories, dan A Frame™ oleh Sageworks – keduanya buatan Amerika. Dengan peralatan baru semacam ini kaki kiri dapat tetap menginjak lantai sehingga pemain merasa lebih rileks dan berkonsentrasi terhadap musik yang sedang dibawakan.</p>
<p>Apoyando Dawai-dawai gitar dipetik oleh jari-jari tangan kanan dengan dua cara. Yang pertama disebut apoyando (diambil dari bahasa Spanyol) yang dilakukan dengan petikan jari yang gerakannya berhenti ketika menyentuh dawai berikutnya di atas dawai yang sedang dipetik. Teknik ini akan memproduksi sebuah nada tunggal yang berat atau mantap sehingga penggunaannya yang lebih tepat untuk membawakan melodi. Teknik yang kedua disebut al ayre yang diterapkan dengan cara menghindari dawai berikutnya di atas dawai yang dipetik. Petikan ini menghasilkan suara yang ringan dan memungkinkan jari-jari untuk membunyikan beberapa nada secara simultan. Dengan demikian petikan al ayre lebih sering digunakan untuk membawakan bagian-bagian akor (chordal passages) dan arpeggio (broken chord).</p>
<p>Tingkat ketinggian nada (pitch) diproduksi dengan dua cara dan kombinasi di antara keduanya. Cara pertama adalah sebagaimana telah disinggung dalam pembahasan tentang fingerboard dimuka, ketinggian nada-nada dihasilkan dengan cara menempatkan jari-jari kiri pada petak-petak fingerboard dengan gerakan horizontal. Cara kedua adalah dengan petikan jari-jari tangan kanan yang melintasi keenam dawai secara vertikal. Dawai gitar teratas memiliki tingkat ketinggian nada yang paling rendah, demikian secara berurutan ke bawah memiliki tingkat ketinggian yang lebih tinggi. Dengan demikian, pada cara pertama tingkat ketinggan nada diproduksi dengan gerakan ke kiri untuk memperoleh nada-nada rendah dan ke kekanan untuk nada-nada atas. Sedangkan pada cara yang kedua gerakan jari keatas untuk menghasilkan nada-nada yang rendah dan ke bawah untuk menghasilkan nada-nada yang tinggi.</p>
<p><strong>Sistem Tingkat Ketrampilan Gitar Klasik</strong><br />
Hingga saat ini dalam pendidikan musik terdapat berbagai sistem tingkat ketrampilan gitar klasik (grading system) dengan konsep yang kurang lebih sama secara umum di seluruh dunia. Di antara perbedaan-perbedaan yang ada biasanya terjadi pada penggunaan repertoar untuk tingkat-tingkat tertentu. Pada saat ini grading sistem diterapkan secara murni oleh badan-badan penguji musik internasional, misalnya Yamaha Music Foundation (Jepang), Australian Music Examination Board (AMEB), Associated Boards of School of Music (Inggris) dan Trinity College (Inggris). Walaupun demikian sistem tingkat ketrampilan tersebut diterapkan secara berbeda di perguruan tinggi tergantung dari program studi yang diambil.</p>
<p>Secara umum tingkat-tingkat ketrampilan untuk gitar (demikian pula untuk alat musik lain) dapat dipisahkan ke dalam tiga kelommpok yaitu tingkat bawah (lower), tingkat atas (higher), dan tingkat diploma. Untuk pemula ditempatkan pada istilah-istilah tingkat yang berbeda seperti tingkat preliminary (AMEB), Initial (Trinity), dan fundamental (Yamaha). Tingkat ketrampilan bawah umumnya mulai dari grade 1 hingga 4 yang kemudian dilanjutkan pada tingkat ketrampilan atas dari grade 5 hingga 8. Tingkat diploma tersusun secara bervariasi, misalnya, AMEB menyediakan tiga tingkatan diploma sementara Performance Certificate yang disediakan Trinity Collge kira-kira setingkat dengan diploma pertama AMEB.</p>
<p><strong>Musik Gitar</strong><br />
Musik solo untuk gitar klasik secara teknis dapat dibedakan kepada dua jenis komposisi asli untuk gitar dan hasil adaptasi dari alat musik lain. Hingga saat ini ada dua macam komposisi untuk gitar, yang pertama ialah yang ditulis oleh komponis gitar dan yang kedua oleh komponis non-gitar. Walaupun umumnya para komponis gitar pada paruh kdua abad ke-19 adalah juga gitaris yang handal, sejak permulaan abad ke-20 banyak komponis umum (non-gitar) tertarik untuk menulis komposisi asli untuk gitar. Sebagai contoh komposisi asli yang ditulis oleh komponis gitar misalnya karya-karya dari Fernando Sor, Francisco Tarrega. Sedangkan yang ditulis oleh komponis non-gitar misalnya dari Frederico Torroba, Joaquin Rodrigo, dan Manuel de Falla.</p>
<p>Dalam rangka memperkaya repertoar para gitaris telah banyak melakukan upaya penulisan transkripsi untuk gitar dari instrumn-instrumen lain. Francisco Tarrega (1852-1909) diyakinin sebagai gitaris dan juga komponis pertama dalam upaya ini. Sebagai hasilnya berbagai karya besar yang pernah ditulis pada masa itu dan masa-masa sebelumnya seperti dari komponis J.S.Bach, Mozart dan Beethoven, sejak saat itu menjadi bagian dari repertoar gitar.</p>
<p><strong>Pemain-pemain Gitar Klasik Terpenting</strong><br />
<img src="http://gitaris.com/images/artikel/AndresSegovia.jpg" alt="" /><br />
Andres Segovia Hingga saat ini terdapat cukup banyak gitaris-gitaris klasik dari berbagai belahan dunia. Di antaranya yang paling terkenal ialah gitaris-gitaris legendaris dan berkaliber dunia yaitu :<br />
- Andres Segovia (1893-1987)<br />
- Julian Bream (1933 ~)<br />
- John Williams (1941 ~)<br />
- K. Yamashita (1961 ~)<br />
- Sigfried Behrend (1933-1991)<br />
Di antara mereka, Segovia adalah yang terpenting karena jasanya yang besar dalam perkembangan gitar masa depan gitar klasik sejak awal abad ke-20. Dengan usahanya yang amat produktif dan kreatif beliau telah membawa gitar menjadi sebuah alat musik solo standar di samping piano. Kerjasamanya dengan para musisi dan komponis non gitar telah menyebabkan suatu perkembangan yang drastik pada repertoar gitar. Sejak itu gitar tidak lagi melulu dimainkan solo atau ensambel bersama gitar lain, namun sebagai solois dalam orkestra dan musik kamar. Hampir semua gitaris terkemuka di abad ke-20 termasuk yang telah disebutkan dimuka, lahir dari masterklas-masterklas Segovia.</p>
<p><strong>Penutup</strong><br />
Jadi dibandingkan dengan jenis gitar yang lain, gitar klasik memiliki perkembangan historis yang lebih panjang dan rumit. Karena akhirnya gitar klasik berkembang secara terpisah dari gitar-gitar yang lain, bukan hanya karaketristiknya yang berbeda tapi juga musiknya yang senantiasa didiskusikan dalam arus besar musik klasik. Satu kelemahan gitar klasik dibandingkan dengan alat musik lain ialah volumenya yang paling lemah. Kemiripan karakteristik gitar dengan piano tentu saja telah membuat alat musik ini kalah kuat dan produktif dibanding piano. Satu hal lagi tentang kelemahan gitar ialah bahwa gitar tidak akan pernah menjadi anggota standar orkestra, kecuali sebagai solois. Betapapun juga keunikan gitar telah menciptakan suatu komunitas khusus di seluruh dunia dimana anggota-anggotanya berkomunikasi melalui berbagai festival dan kompetisi internasional, konser-konser, internet, berbagai jurnal gitar, dan rekaman-rekaman. Terlebih penting yang perlu dipertimbangkan ialah bahwa gitar klasik adalah sebuah alternatif instrumen solo yang lebih mudah untuk dipindah-pindahkan (mobile) dan murah di banding piano.</p>
<p><strong>Sumber Tulisan:</strong><br />
<em>- Bellow, Allexander. 1970. The Illustrated History of the Guitar. New York: Colombo Publication.<br />
- Bobri, Vladimir. 1972. The Segovia Tehnique. New York: Macmilan Co.<br />
- Sloane, Irving. 1984. Classical Guitar Construction. New York: Sterling Publishing Co.<br />
- Summerfield, Maurice J. 1982. The Classical Guitar: Its Evolution and its Players since 1800. Gateshead, Tyne and Wear: Ashley Mark Pub. Co.<br />
- Turnbull, Harvey. 1974. The Guitar from the Renasissance to the Present Day. New York: C. Scribner’s Son.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/275/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/275/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/275/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=275&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2011/03/29/mengenal-dunia-gitar-klasik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://gitaris.com/images/guitarists/AndreIndrawan.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://da2kaq8p0guq8.cloudfront.net/wp-content/uploads/2011/03/guitar-anatomy.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://gitaris.com/images/artikel/apoyando.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://gitaris.com/images/artikel/AndresSegovia.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Panggil Dia Annisa</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2009/11/29/kelahiran-putri-kami/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2009/11/29/kelahiran-putri-kami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 00:27:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah, Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T, karena di sore yang mendung di bulan november tertanggal 25 pada pukul 17:20 bertempat di Klinik Mitra Bakti, kami dikaruniai seorang putri yang cantik, kini lengkap sudah penantian kami menunggu kehadiran buah hati yang selama ini kami nanti, untuk sebuah karunia yang sangat indah ini, kami sepakat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=128&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah,<br />
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T, karena di sore yang mendung di bulan november tertanggal 25 pada pukul 17:20 bertempat di Klinik Mitra Bakti, kami dikaruniai seorang putri yang cantik, kini lengkap sudah penantian kami menunggu kehadiran buah hati yang selama ini kami nanti, untuk sebuah karunia yang sangat indah ini, kami sepakat untuk menamakannya :<br />
<a href="http://www.melindahospital.com/modul/user/hasil_cari.php?nama=Annisa+Fatimah+Azzahra&amp;origin=0&amp;oke=Cari&amp;gender=Boy&amp;gender=Girl">Annisa Fatimah Azzahra</a><br />
Proses persalinan berjalan sangat lancar, dengan proses kelahiran secara normal.<br />
Semoga kelak menjadi anak yang berguna bagi Agama, Nusa dan Bangsa dan tentunya patuh kepada kedua orang tua.</p>
<p><em>Foto-foto Annisa :</em><br />

<a href='http://dbunshin.wordpress.com/2009/11/29/kelahiran-putri-kami/an1/' title='Annisa sesaat setelah lahir'><img data-attachment-id='134' data-orig-size='1428,786' data-liked='0'width="150" height="82" src="http://dbunshin.files.wordpress.com/2009/11/an1.jpg?w=150&#038;h=82" class="attachment-thumbnail" alt="Annisa sesaat setelah lahir" title="Annisa sesaat setelah lahir" /></a>
<a href='http://dbunshin.wordpress.com/2009/11/29/kelahiran-putri-kami/an2/' title='Annisa'><img data-attachment-id='142' data-orig-size='1132,834' data-liked='0'width="150" height="110" src="http://dbunshin.files.wordpress.com/2009/11/an2.jpg?w=150&#038;h=110" class="attachment-thumbnail" alt="Annisa" title="Annisa" /></a>
<a href='http://dbunshin.wordpress.com/2009/11/29/kelahiran-putri-kami/an3/' title='Annisa'><img data-attachment-id='145' data-orig-size='1066,1390' data-liked='0'width="115" height="150" src="http://dbunshin.files.wordpress.com/2009/11/an3.jpg?w=115&#038;h=150" class="attachment-thumbnail" alt="Annisa" title="Annisa" /></a>
</p>
<p>Salam dari kami yang berbahagia,<br />
D &amp; R</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/128/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/128/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/128/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=128&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2009/11/29/kelahiran-putri-kami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbunshin.files.wordpress.com/2009/11/an1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Annisa sesaat setelah lahir</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbunshin.files.wordpress.com/2009/11/an2.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Annisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://dbunshin.files.wordpress.com/2009/11/an3.jpg?w=115" medium="image">
			<media:title type="html">Annisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malaysia oh Malaysia</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2009/06/03/malaysia-oh-malaysia/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2009/06/03/malaysia-oh-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 10:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[Berkali-kali malaysia berulah, pada kasus ambalat saja tercatat 28 pelanggaran. mereka mengklaim ambalat sebagai bagian dari wilayah malaysia, padahal peta tersebut mengacu pada pembuatan peta mereka secara sepihak dan tidak diakui hukum internasional. menurut mereka blok ambalat masuk wilayah mereka karena dekat dengan pulau sipadan dan ligitan (pulau yang sudah menjadi bagian dari malaysia), padahal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=125&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berkali-kali malaysia berulah, pada kasus ambalat saja tercatat 28 pelanggaran. mereka mengklaim ambalat sebagai bagian dari wilayah malaysia, padahal peta tersebut mengacu pada pembuatan peta mereka secara sepihak dan tidak diakui hukum internasional. <span id="more-125"></span>menurut mereka blok ambalat masuk wilayah mereka karena dekat dengan pulau sipadan dan ligitan (pulau yang sudah menjadi bagian dari malaysia), padahal menurut hukum internasional tahun 1982, penentuan batas itu dengan menarik garis sepanjang 12 mil dari garis pangkal, sedangkan jarak antara ambalat dan sipadan ligitan sekitar 48 mil laut hingga 50 mil laut. Hal yang sangat irasional.</p>
<p>Saya pribadi sangat ber-antipati terhadap negara jiran ini, banyak kasus yang membuat kita mengelus dada jika mendengar kabar dari negara jiran ini, mulai dari pengakuan sepihak kebudayaan, kekerasan terhadap tenaga kerja, hingga pencurian wilayah dan banyak lagi.</p>
<p>Baru-baru ini kasus ambalat mencuat lagi, pelanggaran dilakukan lagi, harusnya aparat negara bertindak tegas kepada para pelanggar kedaulatan Indonesia ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/125/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/125/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/125/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=125&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2009/06/03/malaysia-oh-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>QS 100</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2008/02/18/al-adiyat/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2008/02/18/al-adiyat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 21:23:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Yakin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/2008/02/18/al-adiyat/</guid>
		<description><![CDATA[KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, (1) dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan [kuku kakinya], (2) dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, (3) maka ia menerbangkan debu, (4) dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=123&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KUDA PERANG YANG BERLARI KENCANG</strong><br />
<em><strong>Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang</strong><span id="more-123"></span></p>
<p>Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, (1)<br />
dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan [kuku kakinya], (2)<br />
dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, (3)<br />
maka ia menerbangkan debu, (4)<br />
dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, (5)<br />
sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Tuhannya, (6)<br />
dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan [sendiri] keingkarannya, (7)<br />
dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta [2]. (8 )<br />
Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, (9)<br />
dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada, (10)<br />
sesungguhnya Tuhan mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka. (11) </em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dbunshin.wordpress.com/123/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dbunshin.wordpress.com/123/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/123/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/123/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/123/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=123&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2008/02/18/al-adiyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jilbab Dalam Al-Qur&#8217;an dan Jilbab Zaman Sekarang</title>
		<link>http://dbunshin.wordpress.com/2008/02/18/jilbab-dalam-al-quran-dan-jilbab-zaman-sekarang/</link>
		<comments>http://dbunshin.wordpress.com/2008/02/18/jilbab-dalam-al-quran-dan-jilbab-zaman-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 20:41:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dbunshin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Yakin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://dbunshin.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini banyak kaum wanita yang menggunakan jilbab dan seakan-akan menjadi tren mode. Jilbab yang digunakan pun beraneka ragam. Mulai dari jilbab gaul sampai jilbab syar&#8217;i. Lalu bagaimanakah sebenarnya jilbab dalam pandangan Islam? Ketika masyarakat kita mengenal kata &#8216;jilbab&#8217; (dalam bahasa Indonesia) maka yang dimaksud adalah penutup kepala dan leher bagi wanita muslimah yang dipakai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=122&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini banyak kaum wanita yang menggunakan jilbab dan seakan-akan menjadi tren mode. Jilbab yang digunakan pun beraneka ragam. Mulai dari jilbab gaul sampai jilbab syar&#8217;i. Lalu bagaimanakah sebenarnya jilbab dalam pandangan Islam?<span id="more-122"></span></p>
<p>Ketika masyarakat kita mengenal kata &#8216;jilbab&#8217; (dalam bahasa Indonesia) maka yang dimaksud adalah penutup kepala dan leher bagi wanita muslimah yang dipakai secara khusus dan dalam bentuk yang khusus pula. Lalu bagaimanakah kata &#8216;jilbab&#8217; muncul dan digunakan dalam masyarakat arab khususnya pada masa turunnya Al-Qur&#8217;an kepada Nabi Muhammad SAW dalam surat Al-Ahzaab ayat 56(?). Apa yang dimaksudkan Al-Qur&#8217;an dengan kata &#8216;jalabiib&#8217; bentuk jamak (plural) dari kata jilbab pada saat ayat kata itu digunakan dalam Al Quran pertama kali(?) Sudah samakah arti dan hukum memakai jilbab dalam Al-Quran dan jilbab yang dikenal masyarakat Indonesia sekarang(?). </p>
<p><!--more--><br />
Selain kata jalabiib (jamak dari &#8216;jilbab&#8217;), Al-Qur&#8217;an juga memakai kata-kata lain yang maknanya hampir sama dengan kata &#8216;jilbab&#8217; dalam bahasa Indonesia, seperti kata khumur (penutup kepala) dan hijab (penutup secara umum), lalu bagaimana kata-kata serupa dalam ayat-ayat Al Quran tersebut diterjemahkan dan dipahami dalam bahasa syara&#8217; (agama) oleh para sahabat  Nabi dan ulama&#8217; selanjutnya. </p>
<p>Oleh karena itu kita tidak akan tahu pandangan syara&#8217; terhadap hukum suatu permasalahan kecuali setelah tahu maksud dan bentuk kongkrit serta jelas dari permasalahan itu, maka untuk mengetahui hukum memakai jilbab terlebih dahulu harus memahami yang di maksud dengan jilbab itu sendiri secara benar dan sesuai yang dikehendaki Al-Qur&#8217;an ketika diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan bangsa arab saat itu. </p>
<p>Salah satu dimensi i&#8217;jaz (kemukjizatan) Al-Qur&#8217;an adalah kata-kata yang dipakai Al-Qur&#8217;an sering menggunakan arti kiyasan atau dalam sastra arab disebut majaz (penggunaan satu kata untuk arti lain yang bukan aslinya karena keduanya saling terkait), hal ini menimbulkan benih perbedaan, begitu pula kata-kata dalam nash-nash (teks-teks) Hadist dan bahasa arab keseharian, oleh karena itu tidak jarang bila perselisian antara ulama-ulama Islam dalam satu masalah terjadi disebabkan oleh hal di atas, dan yang demikian itu sebenarnya bukanlah hal yang aneh dan bisa mengurangi kesucian atau keautentikan teks-teks Al-Qur&#8217;an, tapi sebaliknya.</p>
<p>Mungkin kita juga pernah mendengar wacana kalau berjilbab maka harus menutup dada, lalu bagaimana kalau jilbabnya berukuran kecil dan tidak panjang ke dada dan lengan, apakah muslimah yang memakainya belum terhitung melaksanakan seruan perintah agama dalam Al-Qur&#8217;an itu sebab tidak ada bedanya antara dia dan wanita yang belum memakai jilbab sama sekali, apakah sama dengan wanita yang membuka auratnya (bagian badan yang wajib di tutup dan haram di lihat selain mahram). Benarkah presepsi atau pemahaman yang demikian(?). Apa seperti itu Al-Qur&#8217;an memerintahkan(?)</p>
<p><strong>Jilbab </strong><br />
Arti kata jilbab ketika Al-Qur&#8217;an diturunkan adalah kain yang menutup dari atas sampai bawah, tutup kepala, selimut, kain yang di pakai lapisan yang kedua oleh wanita dan semua pakaian wanita, ini adalah beberapa arti jilbab seperti yang dikatakan Imam Alusiy dalam tafsirnya Ruuhul Ma&#8217;ani. </p>
<p>Imam Qurthubi dalam tafsirnya mengatakan; Jilbab berarti kain yang lebih besar ukurannya dari khimar (kerudung), sedang yang benar menurutnya jilbab adalah kain yang menutup semua badan. </p>
<p>Dari atas tampaklah jelas kalau jilbab yang dikenal oleh masyarakat indonesia dengan arti atau bentuk yang sudah berubah dari arti asli jilbab itu sendiri, dan perubahan yang demikian ini adalah bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah sebab perjalanan waktu dari masa Nabi Muhammad SAW sampai sekarang atau disebabkan jarak antar tempat dan komunitas masyarakat yang berbeda yang tentu mempunyai peradaban atau kebudayaan berpakaian yang berbeda. </p>
<p>Namun yang lebih penting ketika kita ingin memahami hukum memakai jilbab adalah kita harus memahami kata jilbab yang di maksudkan syara&#8217;(agama), Shalat lima kali bisa dikatakan wajib hukumnya kalau diartikan shalat menurut istilah syara&#8217;, lain halnya bila shalat diartikan atau dimaksudkan dengan berdo&#8217;a atau mengayunkan badan seperti arti shalat dari sisi etemologinya. </p>
<p>Allah SWT dalam Al Quran berfirman yang artinya : &#8220;Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih muda untuk di kenal karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah maha pengampun dan penyayang. (Al-Ahzab : 59). </p>
<p>Ayat di atas turun ketika wanita merdeka (seperti wanita-wanita sekarang) dan para budak wanita (wanita yang boleh dimiliki dan diperjual belikan) keluar bersama-sama tanpa ada suatu yang membedakan antara keduanya, sementara madinah pada masa itu masih banyak orang-orang fasiq (suka berbuat dosa) yang suka mengganggu wanita-wanita dan ketika diperingatkan mereka (orang fasiq) itu menjawab &#8220;kami mengira mereka (wanita-wanita yang keluar) adalah para budak wanita&#8221; sehingga turunlah ayat di atas bertujuan memberi identitas yang lebih kepada wanita-wanita merdeka itu melalui pakaian jilbab. </p>
<p>Hal ini bukan berarti Islam membolehkan untuk mengganggu budak pada masa itu, Islam memandang wanita merdeka lebih berhak untuk diberi penghormatan yang lebih dari para budak dan sekaligus memerintahkan untuk lebih menutup badan dari penglihatan dan gangguan orang-orang fasiq sementara budak yang masih sering disibukkan dengan kerja dan membantu majikannya lebih diberi kebebasan dalam berpakaian. </p>
<p>Ketika wanita anshar (wanita muslimah asli Makkah yang berhijrah ke Madinah) mendengar ayat ini turun maka dengan cepat dan serempak mereka kelihatan berjalan tenang seakan burung gagak yang hitam sedang di atas kepala mereka, yakni tenang -tidak melenggang- dan dari atas kelihatan hitam dengan jilbab hitam yang dipakainya di atas kepala mereka. </p>
<p>Ayat ini terletak dalam Al-Qur&#8217;an setelah larangan menyakiti orang-orang mukmin yang berarti sangat selaras dengan ayat sesudahnya (ayat jilbab), sebab berjilbab paling tidak, bisa meminimalisir pandangan laki-laki kepada wanita yang diharamkan oleh agama, dan sudah menjadi fitrah manusia, dipandang dengan baik oleh orang lain adalah lebih menyenangkan hati dan tidak berorentasi pada keburukan, lain halnya apabila pandangan itu tidak baik maka tentu akan berdampak tidak baik pula bagi yang dipandang juga yang melihat, nah, kalau sekarang kita melihat kesebalikannya yaitu ketika para wanita lebih senang untuk dipandang orang lain ketimbang suaminya sendiri maka itu adalah kesalahan pada jiwa wanita yang perlu dibenarkan sedini mungkin dan dibuang jauh jauh terlebih dahulu sebelum seorang wanita berbicara kewajiban berjilbab.<br />
Cara memakai jilbab </p>
<p>Cara memakai jilbab dengan arti aslinya yaitu sebelum diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi bahasa yang baku, adalah aturan yang mana para sahabat  dan ulama&#8217; berbeda pendapat ketika menafsirkan ayat Al-Qur&#8217;an di atas. Perbedaan cara memakai jilbab antara sahabat dan juga antara ulama itu disebab bagaimana idnaa&#8217;ul jilbab (melabuhkan jilbab atau melepasnya) yang ada dalam ayat itu. Ibnu Mas&#8217;ud dalam salah satu riwayat dari Ibnu Abbas menjelaskan cara yang diterangkan Al-Qur&#8217;an dengan kata idnaa&#8217; yaitu dengan menutup semua wajah kecuali satu mata untuk melihat, sedangkan sahabat Qotadah dan riwayat Ibnu Abbas yang lain mengatakan bahwa cara memakainya yaitu dengan menutup dahi atau kening, hidung, dengan kedua mata tetap terbuka. Adapun Al-Hasan berpendapat bahwa memakai jilbab yang disebut dalam Al-Qur&#8217;an adalah dengan menutup separuh muka, beliau tidak menjelaskan bagian separuh yang mana yang ditutup dan yang dibuka ataukah tidak menutup muka sama sekali. </p>
<p>Dari perbedaan pemahaman sahabat  seputar ayat di atas itu muncul pendapat ulama yang mewajibkan memakai niqob atau burqo&#8217; (cadar) karena semua badan wanita adalah aurat (bagian badan yang wajib ditutup) seperti Abdul Aziz bin Baz Mufti Arab Saudi, Abu Al a&#8217;la Al maududi di Pakistan dan tidak sedikit Ulama-ulama Turky, India dan Mesir yang mewajibkan bagi wanita muslimah untuk memakai cadar yang menutup muka, Hal di atas sebagaimana yang ditulis oleh Dr.Yusuf Qardlawi dalam Fatawa Muashirah, namun beliau sendiri juga mempunyai pendapat bahwa wajah dan telapak tangan wanita adalah tidak aurat yang harus ditutup di depan laki-laki lain yang bukan mahram (laki-laki yang boleh menikahinya), beliau juga menegaskan bahwa pendapat itu bukan pendapatnya sendiri melainkan ada beberapa Ulama yang berpendapat sama, seperti Nashiruddin Al-Albani dan mayoritas Ulama-ulama Al-Azhar, Qardlawi juga berpendapat memakai niqob atau burqo&#8217; (cadar) adalah kesadaran beragama yang tinggi yang mana bila dipaksakan kepada orang lain, maka pemaksaan itu dinilainya kurang baik, sebab wanita yang tidak menutup wajahnya dengan cadar juga mengikuti ijtihad Ulama yang kredibelitas dalam berijtihadnya dipertanggung jawabkan. </p>
<p>Sedangkan empat Madzhab, Hanafiyah, Malikiyah, Syafi`iyah dan Hanabila berpendapat bahwa wajah wanita tidaklah aurat yang wajib ditutupi di depan laki-laki lain bila sekira tidak ditakutkan terjadi fitnah jinsiyah (godaan seksual), menggugah nafsu seks laki-laki yang melihat. Sedangkan Syafi&#8217;iyah juga ada yang berpendapat bahwa wajah dan telapak tangan wanita adalah aurat (bagian yang wajib ditutup) seperti yang ada dalam kitab Madzahibul Arba&#8217;ah, diperbolehkannya membuka telapak tangan dan wajah bagi wanita menurut mereka disebabkan wanita tidak bisa tidak tertuntut untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya baik dengan jual beli, syahadah (persaksian sebuah kasus), berdakwah kepada masyarakatnya dan lain sebagainya, yang semuanya itu tidak akan sempurnah terlaksana apabila tidak terbuka dan kelihatan. </p>
<p>Ringkasnya, para ulama Islam salafy (klasik)sampai yang muashir (moderen) masih berselisih dalam hal tersebut di atas. Bagi muslimah boleh memilih pendapat yang menurut dia adalah yang paling benar dan autentik juga dengan mempertimbangkan hal lain yang lebih bermanfaat dan penting dibanding hanya menutup wajah yang hanya bertujuan menghindari fitnah jinsiyah yang masih belum bisa dipastikan bahwa hal itu memang disebabkan membuka wajah dan telapak tangan saja. </p>
<p>Imam Zamahsyari dalam Al-Kasysyaf menyebutkan cara lain memakai jilbab menurut para ulama yaitu dengan menutup bagian atas mulai dari alis mata dan memutarkan kain itu untuk menutup hidung, jadi yang kelihatan adalah kedua mata dan sekitarnya. Cara lain yaitu menutup salah satu mata dan kening dan menampakkan sebelah mata saja, cara ini lebih rapat dan lebih bisa menutupi dari pada cara yang tadi. Cara selanjutnya yang disebutkan oleh Imam Zamahsyari adalah dengan menutup wajah, dada dan memanjangkan kain jilbab itu ke bawah, dalam hal ini jilbab haruslah panjang dan tidak cukup kalau hanya menutup kepala dan leher saja tapi harus juga dada dan badan, Cara-cara di atas adalah pendapat Ulama dalam menginterpretasikan ayat Al-Qur&#8217;an atau lebih tepatnya ketika menafsirkan kata idnaa&#8217; (melabuhkan jilbab atau melepasnya kebawah). </p>
<p>Nah,mungkin dari sinilah muncul pendapat bahwa berjilbab atau menutup kepala harus dengan kain yang panjang dan bisa menutup dada lengan dan badan selain ada baju yang sudah menutupinya, karena jilbab menurut Ibnu Abbas adalah kain panjang yang menutup semua badan, maka bila seorang wanita muslimah hanya memakai tutup kepala yang relatif kecil ukurannya yang hanya menutup kepala saja maka dia masih belum dikatakan berjilbab dan masih berdosa karena belum sempurna dalam berjilbab seperti yang diperintahkan agama. </p>
<p>Namun sekali lagi menutup kepala seperti itu di atas adalah kesadaran tinggi dalam memenuhi seruan agama sebab banyak ulama yang tidak mengharuskan cara yang demikian. Kita tidak diharuskan mengikuti pendapat salah satu Ulama dan menyalahkan yang lain karena masalah ini adalah masalah ijtihadiyah (yang mungkin salah dan mungkin benar menurut Allah SWT) yang benar menurut Allah SWT akan mendapat dua pahala, pahala ijtihad dan pahala kebenaran dalam ijtihad itu, dan bagi yang salah dalam berijtihad mendapat satu pahala yaitu pahala ijtihad itu saja, ini apabila yang berijtihad sudah memenuhi syarat-syaratnya. Adalah sebuah kesalahan yaitu apabila kita memaksakan pendapat yang kita ikuti dan kita yakini benar kepada orang lain, apalagi sampai menyalahkan pendapat lain yang bertentangan tanpa tendensi pada argumen dalil yang kuat dalam Al-Qur&#8217;an dan Hadist atau Ijma&#8217;. </p>
<p>Para Ulama sepakat bahwa menutup aurat cukup dengan kain yang tidak transparan sehingga warna kulit tidak tampak dari luar dan juga tidak ketat yang membentuk lekuk tubuh, sebab pakaian yang ketat atau yang transparan demikian tidak bisa mencegah terjadinya fitnah jinsiyah (godaan seksual)bagi laki-laki yang memandang secara sengaja atau tidak sengaja bahkan justru sebaliknya lebih merangsang terjadinya hal tersebut, atas dasar itulah para ulama sepakat berpendapat bahwa kain atau model pakaian yang demikian itu belum bisa digunakan menutup aurat, seperti yang dikehendaki Syariat dan Maqasidnya (tujuan penetapan suatu hukum agama) yaitu menghindari fitnah jinsiyah (godaan seksual) yang di sebabkan perempuan. </p>
<p>Selanjutnya kalau kita mengkaji sebab diturunkannya ayat di atas yaitu ketika orang-orang fasiq mengganggu wanita-wanita merdeka dengan berdalih tidak bisa membedakan wanita-wanita merdeka itu dari wanita-wanita budak (wanita yang bisa dimiliki dan diperjual belikan), maka kalau sebab yang demikian sudah tidak ada lagi pada masa sekarang, karena memang sedah tidak ada budak, maka itu berarti menutup dengan cara idnaa&#8217; melabuhkan ke dada dan sekitarnya agar supaya bisa dibedakan antara mereka juga sudah tidak diwajibkan lagi, adapun kalau di sana masih ada yang melakukan cara demikian dengan alasan untuk lebih berhati-hati dan berjaga-jaga dalam mencegah terjadinya fitnah jinsiyah (godaan seksual) maka adalah itu masuk dalam katagori sunnat dan tidak sampai kepada kewajiban yang harus dilaksanakan. </p>
<p>Namun bisa jadi ketika jilbab sudah memasyarakat sehingga banyak wanita berjilbab terlihat di mall, pasar, kantor, kampus dan lain sebagainya, namun cara mereka sudah tidak sesuai lagi dengan yang diajarkan agama, misalnya tidak sempurna bisa menutup rambut atau dengan membuka sebagian leher. Atau ada sebab lain, misalnya berjilbab hanya mengikuti trend atau untuk memikat laki-laki yang haram baginya atau disebabkan para muslimah yang berjilbab masih sering melanggar ajaran agama di tempat-tempat umum yang demikian itu bisa mengurangi dan bahkan menghancurkan wacana keluhuran dan kesucian Islam, sehingga dibutuhkan sudah saatnya dibutuhkan kelmbali adanya pilar pembeda antara yang berjilbab dengan rasa kesadaran penuh atas perintah Allah SWT dalam Al-Qur&#8217;an dari para wanita muslimah yang hanya memakai jilbab karena hal-hal di atas tanpa memahami nilai berjilbab itu sendiri. </p>
<p>Mungkin di saat seperti itulah memakai jilbab dengan cara melabuhkan ke dada dan sekitarnya diwajibkan untuk mejadi pilar pembeda antara jilbab yang ngetrend dan tidak Islami dari yang berjilbab yang Islami dan ngetrend serta mengedepankan nilai jilbab dan tujuan disyariatkannya jilbab itu. </p>
<p>Asy-Syaih Athiyah Shoqor (Ulama ternama Mesir) ketika ditanya hukum seorang wanita yang cuma mengenakan penutup kepala yang bisa menutup rambut dan leher saja tanpa memanjangkan kain penutup itu ke dada dan sekitarnya, beliau menjawab dengan membagi permasalahan menutup aurat (kepala) itu menjadi tiga :</p>
<p><strong>1.Khimar (kerudung) yaitu segala bentuk penutup kepala wanita baik itu yang panjang menutup kepala dada dan badan wanita atau yang hanya rambut dan leher saja.</p>
<p>2.Niqob atau burqo&#8217; (cadar) yaitu kain penutup wajah wanita dan ini sudah ada dan dikenal dari zaman sebelum Islam datang seperti yang tertulis di surat kejadian dalam kitab Injil. Namun kata beliau &#8220;ini juga kadang disebut Khimar&#8221;.</p>
<p>3.Hijab (tutup) yaitu semua yang dimaksudkan untuk mengurangi dan mencegah terjadinya fitnah jinsiyah (godaan seksual) baik dengan menahan pandangan, tidak mengubah intonasi suara bicara wanita supaya terdengan lebih menarik dan menggugah, menutup aurat dan lain sebagainya, semuanya ini dinamankan hijab bagi wanita.<br />
</strong></p>
<p>Nah untuk jilbab atau penutup kepala yang hanya menutup rambut dan leher serta tidak ada sedikitpun cela yang menampakkan kulit wanita, maka itu adalah batas minimal dalam menutup aurat wanita. Adapun apabila melabuhkan kain penutup kepala ke bawah bagian dada dan sekitarnya maka itu termasuk hukum sunat yang tidak harus dilakukan dan dilarang untuk dipaksakan pada orang lain. </p>
<p>Beliau juga menambahkan apabila fitnah jinsiyah itu lebih dimungkinkan dengan terbukanya wajah seorang wanita sebab terlalu cantik dan banyak mata yang memandang maka menutup wajah itu adalah wajib baginya, untuk menghindari hal yang tidak diinginkan selanjutnya, dan bila kecantikan wajah wanita itu dalam stara rata-rata atau menengah ke bawah maka menutupnya adalah sunat. Mungkin yang difatwakan oleh beliau inilah jalan keluar terbaik untuk mencapai kebenaran dan jalan tengah menempuh kesepakatan dalam masalah manutup wajah wanita dan berjilbab yang dari dulu sampai sekarang masih di persengketakan ulama tentang cara, wajib dan tidak wajibnya.</p>
<p><strong>Khimar (kerudung) </strong><br />
Al-Qur&#8217;an juga datang dengan kata lain selain kata jilbab dalam mengutarakan penutup kepala sebagaimana yang termaktub dalam Surat An-Nuur : 31, Artinya: Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman:<br />
&#8220;Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan jangan menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak padanya, dan hendaklan mereka menutupkan kain kudung di dadanya… </p>
<p>Kata Khumur dalam penggalan ayat di atas bentuk jama&#8217; (plural) dari kata Khimar yang biasa diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai kerudung yang tidak lebar dan tidak panjang, sedang kalau kita melihat arti sebenarnya ketika Al-Qur&#8217;an itu datang kepada Nabi Muhammad SAW maka Mufassirin (ulama ahli tafsir Al Quran) berbeda pendapat dan kita akan melihat sedikit reduksi atau penyempitan arti dari arti pada waktu itu. </p>
<p>Imam Qurthubi menterjemahkan khumur secara lebih luas, yaitu semua yang menutupi kepala wanita baik itu panjang atau tidak, begitu juga dengan Imam Al-Alusiy beliau menterjemahkannya dengan kata miqna&#8217;ah yang berarti tutup kepala juga, tanpa menjelaskan bentuknya panjang atau lebarnya secara kongkrit. </p>
<p>Ayat Al-Qur&#8217;an di atas memerintahkan untuk memanjangkan kain penutup itu ke bagian dada yang di ambil dari kata juyuub (saku-saku baju) sehingga kalau wanita hanya memakai penutup kepala tanpa memanjangkannya ke bagian dada maka dia masih belum melaksanakan perintah ayat di atas, dengan kata lain penutup kepala menurut ayat di atas haruslah panjang menutupi dada dan sekitarnya, disamping juga ada baju muslimah yang menutupinya. Namun kalau kita teliti kata juyuub lebih lanjut dan apabila kita juga melihat sebab ayat itu diturunkan maka kita akan menemukan beberapa arti ayat (pendapat) yang dikemukakan oleh mufassir yang berbeda dengan pemahaman di atas. </p>
<p>Kata juyuub dalam ayat di atas juga dibaca jiyuub dalam tujuh bacaan Al-Qur&#8217;an yang mendapat legalitas dari umat Islam dan para Ulama dulu dan sekarang (qira&#8217;ah sab&#8217;ah), kata juyuub adalah bentuk jama&#8217;(plural) dari jaib yang berarti lubang bagian atas dari baju yang menampakkan leher dan pangkal leher. Imam Alusi menjelaskan kata jaib yang diartikan dengan lubangan untuk menaruh uang atau sejenisnya (saku baju) adalah bukan arti yang berlaku dalam pembicaraan orang arab saat Al-Qur&#8217;an turun, sebagaimana Ibnu Taimiyah juga berpendapat yang sama, Imam Alusi juga menambahkan lagi dan berkata &#8220;tetapi kalaupun diartikan dengan saku juga tidaklah salah&#8221;, dari pembenaran dia bahwa arti jaib adalah saku tadi, Imam Alusiy artinya setuju kalau penutup kepala jilbab, kerudung atau yang lain adalah harus sampai menutup dada, meskipun beliau tidak mengungkapkannya dengan kata-kata yang jelas dan tegas tapi secara implisit beliau tidak menyalahkan pendapat itu. </p>
<p>Imam Bukhari dalam kitab hadist shohihnya, beliau setuju bila kata jaib diartikan dengan lubangan baju untuk menyimpan uang atau semisalnya (saku baju) tetapi sebaliknya Ibnu Hajar dalam Syarah Shahih Bukhariy (buku atau komentar kepada suatu karya tulis seorang pengarang kitab dengan berupa kesetujuan penjelasan atau ketidak setujuan atau menjelaskan maksud pengarang kitab aslinya) yang berjudul Fath Al-bari, Ibn Hajar menjelaskan bahwa jaib adalah potongan dari baju sebagai tempat keluarnya kepala, tangan atau yang lain.dan banyak ulama lain yang sependapat dengan Ibnu Hajar, sedangkan Al-Ismaili mengartikan jaib itu dengan lingkaran kera baju.</p>
<p>Pembahasan arti kata jaib ini terasa penting karena letak saku baju tentu lebih di bawah dari pada kera atau lubangan leher baju, selanjutnya apakah penutup kepala yang hanya menutupi leher dan pangkal leher namun belum menutup sampai ke saku baju (yakni bagian dada) apakah sudah memenuhi perintah Allah SWT dalam ayat Al-Qur&#8217;an di atas. </p>
<p>Dari arti jaib yang masih dipertentangkan maka arti kata Juyuub di ayat tersebut di atas juga masih belum bisa di temukan titik temunya, saku baju atau lubang kepala. Sehingga bila diartikan saku maka menutup kepala dengan jilbab atau kain kerudung tidak cukup dengan yang pendek dan atau kecil tetapi harus panjang dan lebar sehingga bisa menutup tempat saku baju. Dan kalau juyuub dalam ayat di atas di artikan lubang baju untuk leher maka menutup kepala cukup memakai yang bisa menutup keseluruan aurat dengan sempurnah tanpa ada cela yang bisa menampakkan kulit serta tidak harus di panjangkan ke dada. </p>
<p>Namun apabila kita kembali kepada sebab diturunkannya ayat tersebut, seperti yang disebutkan dalam Lubabun Nuqul karya Imam Suyuti yaitu ketika Asma&#8217; binti Martsad sedang berada di kebun kormanya, pada saat itu datanglah wanita-wanita masuk tanpa mengenakan penutup (yang sempurna) sehingga tampaklah kaki, dada, dan ujung rambut panjang mereka, lalu berkatalah Asma&#8217;, &#8220;Sungguh buruk sekali pemandangan ini&#8221;, maka turunlah ayat di atas. </p>
<p>Lebih terang Imam Qurtubi menjelaskan sebab ayat ini diturunkan yaitu karena wanita-wanita pada masa itu ketika metutup kepala maka mereka melepaskan dan membiarkan kain penutup kepala itu ke belakang punggungnya sehingga tidak menutup kepala lagi dan tampaklah leher dan dua telinga tanpa penutup di atasnya, oleh sebab itulah kemudian Allah SWT memerintahkan untuk melabuhkan kain jilbab ke dada sehingga leher dan telinga serta rambut mereka tertutupi, akan tetapi tetapi lebih lanjut Imam Qurtubi menjelaskan cara memakai tutup kepala, yaitu dengan menutupkan kain ke jaib (saku atau lubang leher) sehingga dada mereka juga ikut tertutupi. </p>
<p>Dari kedua sebab turunnya ayat di atas maka tampaknya bisa diambil kesamaan bahwa ayat di atas turun karena aurat (dalam hal ini leher, telinga dan rambut) masih belum tertutup dengan kain kerudung, sehingga turunlah ayat di atas memerintahkan untuk menutupnya, dengan kata lain, memanjangkan kain kerudung atau jilbab ke jaib (saku atau lubang leher) itu adalah cara untuk menutup aurat yang diterangkan oleh Al-Qur&#8217;an sesuai dengan keadaan wanita-wanita masa itu, artinya bila aurat sudah tertutup tanpa harus memanjangkan kain kerudung atau jilbab ke dada maka perintah memanjangkan itu sudah tidak wajib lagi sebab memanjangkan adalah cara untuk bertujuan memuntup aurat sedang apabila tujuan yang berupa menutup aurat itu sudah tercapai tanpa memanjangkan kain itu ke dada kerana keadaan yang berbeda dan adapt yang tidak sama maka boleh-boleh saja. </p>
<p>Ringkasnya jaib dengan arti lubang leher adalah tafsiran yang sesuai dengan sabab turunnya ayat di atas, dan memanjangkan kain kerudung atau jilbab ke dada adalah tidak diwajibkan oleh ayat Al-Qur&#8217;an di atas, karena yang wajib adalah menutup aurat tanpa ada sedikitpun cela yang menampakkan kulit autar wanita. Wallahu &#8216;alam bish shawab.</p>
<p><strong>Aurat Wanita </strong><br />
Dari ayat di atas pula para ulama juga berbeda pendapat tentang kaki sampai mata kaki, tangan sampai pegelangan dan wajah dari seorang wanita apakah itu termasuk aurat yang wajib di tutup atukah tidak(?) Yaitu ketika menafsirkan kata ziinah (perhiasan) bagi yang mengartikan dengan perhiasan yang khalqiyah (keindahnya tubuh) seperti kecantikan dan daya tarik seorang wanita, bagi kelompok ini termasuk Imam Al-Qaffal kata &#8220;kecuali yang tampak darinya&#8221; diartikan dengan anggota badan yang tampak dalam kebiasaan dan keseharian masyarakat seperti wajah dan telapak tangan karena menutup keduanya adalah dorurat (keterpaksaan) yang bila diwajibkan akan bertentangan dengan agama Islam yang diturunkan penuh kemudahan bagi pemeluknya, oleh sebab itu tidak ada perbedaan pendapat dalam hal bolehnya membuka wajah dan telapak tangan (meski sebenarnya dalam madzhab syafi&#8217;i masih ada yang berbeda pendapat dalam hal ini, misalnya dalam kitab Azza Zawajir wajah dan telapak tangan wanita merdeka adalah aurat yang tidak boleh dibuka atau dilihat karena melihatnya bisa menimbulkan fitnah jinsiyah (godaan seksual), adapun di dalam shalat maka itu bukan aurat tetapi tetap haram untuk dibuka atau dilihat). </p>
<p>Sedangkan yang menafsirkan kata ziinah (perhiasan) dengan perhiasan yang biasa di pakai wanita, mulai dari yang wajib dipakai seperti baju, pakaian bawah yang lain yang digunakan menutup badan wanitia sampai perhiasan yang hanya boleh dipakai wanita seperti pewarna kuku, pewarna telapak tangan, pewarna kulit, kalung, gelang, anting dan lain-lain, maka mereka (mufassir) itu mengartikan kata &#8220;dengan perhiasan-perhiasan yang biasa tampak&#8221; seperti cincin, celak mata, pewarna tangan dan yang tidak mungkin untuk ditutup seperti baju, pakaian bawah bagian luar dan jilbab atau kerudung. </p>
<p>Dan adapun telapak kaki maka tidak termasuk yang boleh di buka karena keterpaksaan untuk membukanya dianggap tidak ada, namun yang lebih shahih (benar) menurut Imam Ar-Rozi dalam tafsirnya hukum menampakkan cincin, gelang, pewarna tangan, kuku, dan sebagainya adalah seperti hukum membuka kaki yaitu haram untuk dibuka sebab tidak ada kebutuhan yang memaksa untuk boleh membukanya menurut agama. </p>
<p>Semua hal di atas adalah di luar waktu melaksanakan shalat dan selain wanita budak (wanita yang bisa dimiliki dan diperjual belikan) yaitu wanita muslimah zaman sekarang. </p>
<p>Adapun waktu melaksakan shalat, Madzhab Hanafi berpendapat kalau semua badan wanita adalah aurat dan termasuk di dalamnya adalah rambut yang memanjang di samping telinga kecuali telapak tangan dan bagian atas dari telapak kaki. Madzhab Syafi&#8217;i berpendapat yang sama yaitu semua anggota badan wanita ketika shalat adalah aurat yang wajib ditutup kecuali wajah telapak tangan dan telapak kaki yang dalam (yang putih). </p>
<p>Madzhab Hambali mengecualikan wajah saja selain itu semuanya aurat termasuk telapak tangan dan kaki. Sedangkan ulama-ulama madzhab Maliki menjelaskan bahwa dalam shalat aurat laki-laki, wanita merdeka dan budak, terbagi menjadi dua:</p>
<p><strong>1. Aurat mughalladhah (berat), untuk laki-laki aurat ini adalah dua kemaluan depan dan belakang, sedangkan bagi wanita merdeka aurat ini adalah semua badan kecuali tangan, kaki, kepala dada dan sekitarnya (bagian belakangnya).</p>
<p>2. Aurat mukhaffafah (ringan), aurat ini untuk laki-laki adalah selain mugalladhah yang berada diantara pusar dan lutut, sedang untuk wanita merdeka adalah tangan, kaki, kepala, dada dan bagian belakangnya, dua lengan tangan, leher, kepala, dari lutut sampai akhir telapak kaki dan adapun wajah dan kedua telapak tangan (luar atau dalam) tidak termasuk aurat wanita dalam shalat baik yang mugalladhah atau yang mukhaffafah. Untuk wanita budak aurat ini adalah sebagaimana laki-laki namun di tambah pantat dan sekitarnya dan kemaluan, vulva dan bagian yang ditumbuhi rambut kemaluan itu.<br />
</strong></p>
<p>Ulama-ulama madzhab Maliki juga menjelaskan bahwa apabila seorang melakukan shalat dengan tidak menutup aurat mugalladhah meskipun hanya sedikit dan dia mampu menutupnya baik membeli kain penutup atau meminjam (tidak wajib menerima penutup aurat bila penutup aurat itu diberikan dengan cara hibah pemberian murni) maka shalat yang demikian hukumnya adalah tidak sah dan batal dan apabila dia ingat kewajiban untuk menutup aurat itu maka wajib baginya untuk mengulang shalatnya ketika dia telah siap melaksakan shalat dengan menutup aurat mughalladhah itu. </p>
<p>Sedangkan bila aurat mukhaffafah saja yang terbuka semua atau sebagiannya maka shalatnya tetap sah, tetapi di haramkan atau di makruhkan bila mampu untuk menutup aurat itu dengan sempurnah dan apabila telah ada penutup aurat yang sempurnah maka dia di sunnatkan untuk mengulang shalatnya (ada perincian tetacara pengulangan shalatnya (lihat madzhibul arba&#8217;ah).</p>
<p><strong>Hijab </strong><br />
Al-Qur&#8217;an juga mengungkapkan punutup seorang wanita dengan kata hijab yang artinya penutup secara umum, Allah SWT dalam surat Al-Ahzab ayat 58 memerintah kepada para sahabat  Nabi SAW pada waktu mereka meminta suatu barang kepada istri-istri Nabi SAW untuk memintanya dari balik hijab (tutup). Artinya; Dan bila engkau meminta sesuatu (keparluan) kepada mereka (istri-istri Nabi SAW) maka mintalah dari belakang tabir,cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka… (Al-Ahzab : 58). </p>
<p>Seperti yang di terangkan di atas, hijab lebih luas artinya dari kata jilbab atau khimar meskipuan ayat di atas adalah turun untuk para istri-istri Nabi Saw tapi para ulama` sepakat dalam hal ini bahwa semua wanita muslimah juga termasuk dalam ayat di atas, sehingga yang di ambil adalah umumnya arti suatu lafad atau kalimat ayat Al-Qur&#8217;an, bukan sebab yang khusus untuk istri-istri Nabi saja. </p>
<p>Ayat di atas memerintahkan pada wanita muslimah untuk mengenakan penutup yang demikian itu adalah lebih baik untuk dirinya dan laki-laki lain yang sedang berkepentingan dengannya, adapun cara berhijab di atas adalah dengan berbagai cara yang bisa menutup aurat dan tidak bertentangan dengan maksud dari disyariatkannya pakaian penutup bagi wanita, sehingga kalau memakai pakaian yang sebaliknya bisa merangsang terjadinya keburukan maka itu bukan dan belum di namakan berhijab atau bertutup.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/dbunshin.wordpress.com/122/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/dbunshin.wordpress.com/122/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/dbunshin.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/dbunshin.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/dbunshin.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/dbunshin.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/dbunshin.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/dbunshin.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/dbunshin.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/dbunshin.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/dbunshin.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/dbunshin.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/dbunshin.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/dbunshin.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/dbunshin.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/dbunshin.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=dbunshin.wordpress.com&amp;blog=622700&amp;post=122&amp;subd=dbunshin&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://dbunshin.wordpress.com/2008/02/18/jilbab-dalam-al-quran-dan-jilbab-zaman-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/165f9f17958c0581016f57e9d9865553?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">dbunshin</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
